ADI Predictstreet, mitra pasar prediksi resmi FIFA World Cup 2026, telah memilih Chainlink sebagai infrastruktur oracle eksklusifnya. FIFA sudah mencantumkan ADI Predictstreet sebagai mitra pasar prediksi resmi untuk turnamen tersebut.
Kemitraan ini menempatkan Chainlink di pusat proyeksi volume trading pasar prediksi di AS sebesar US$2,37 miliar untuk turnamen tersebut, dan membagi pasar bersama Polymarket serta Kalshi yang sudah menarik miliaran dolar taruhan World Cup.
Meski Polymarket dan Kalshi telah menerima persetujuan CFTC federal, tapi regulator di tingkat negara bagian bergerak tegas melawan kedua platform tersebut.
Pejabat di setidaknya 11 negara bagian telah mengeluarkan perintah penghentian yang menargetkan kontrak acara olahraga mereka.
Nevada memenangkan keputusan pengadilan yang melarang kedua platform beroperasi di negara bagian itu. Massachusetts juga mendapatkan perintah pengadilan awal terhadap Kalshi.
Tennessee meminta kedua platform untuk membatalkan kontrak yang terbuka dan mengembalikan deposit. Arizona pun mengajukan 20 dakwaan pidana terhadap Kalshi atas dugaan perjudian ilegal.
Chainlink menyediakan lapisan oracle yang menulis hasil pertandingan FIFA ke blockchain, lalu memicu otomatisasi pembuatan pasar, penyelesaian, dan pembayaran melalui Chainlink Runtime Environment (CRE).
Hal ini memecahkan masalah penyelesaian manual yang biasanya butuh manusia untuk mengonfirmasi hasil dan menutup posisi, sehingga prosesnya lambat dan rentan sengketa. Dengan mengalirkan data resmi FIFA langsung ke proses penyelesaian, ADI Predictstreet menghapus hambatan manusia tersebut.
Volume pasar prediksi di AS saja diproyeksikan mencapai US$2,37 miliar, menurut riset dari Bookies.com. Kalshi mengelola 424 jenis pasar World Cup yang berbeda. Pasar pemenang World Cup Polymarket sudah tembus volume US$1,9 miliar bahkan sebelum turnamen dimulai.
Masih harus dilihat berapa volume yang bisa dibawa oleh mitra resmi, tapi status resmi ADI Predictstreet menempatkannya pada kategori yang berbeda dibanding platform lain selama turnamen berlangsung.
ADI Predictstreet menggunakan data dan branding resmi FIFA, dan memiliki lapisan settlement yang tidak bisa digugat setelah peluit akhir dibunyikan.
