Silver (XAG) ditutup di bawah 200-day moving average pada 9 Juni untuk pertama kalinya sejak April 2025. Harga silver kini diperdagangkan dekat US$64 setelah turun sekitar 47% dari all-time high (ATH) Januari di US$121,75.
Breakdown ini menghilangkan support tren yang bertahan sepanjang siklus bull. Namun, sebuah trendline empat tahun di Relative Strength Index (RSI) harian sedang mendekati pengujian kelima.
Silver ditutup di bawah 200-day moving average pada 9 Juni dan penurunan berlanjut keesokan harinya. Harga sempat menyentuh level terendah di US$61,50 pada 11 Juni sebelum memantul sedikit ke sekitar US$64.
Sebelumnya, penutupan di bawah rata-rata ini terjadi pada 4 April 2025. Saat itu, silver hanya bertahan tiga hari di bawah garis tersebut sebelum bisa naik kembali. Breakdown saat ini terlihat berbeda karena terjadi setelah penurunan 47%, bukan sekadar jeda singkat dalam tren naik.
Penjual juga berhasil menembus support di dekat US$69, yang sejajar dengan retracement Fibonacci 0,618 dari reli US$36,20 ke US$121,75. Analisis BeInCrypto sebelumnya telah mengingatkan risiko penurunan hingga US$63.
Support utama berikutnya berada di sekitar US$54,50, pada level Fibonacci 0,786. Di bawah itu, area US$50 menjadi support jangka panjang yang kuat dan rekor tertinggi sebelumnya. Sementara itu, level Fibonacci 0,382 di dekat US$89 masih menjadi resistance kunci.
Struktur harga bearish ini punya satu penyeimbang penting. RSI harian telah bergerak di atas sebuah trendline naik sejak Mei 2022.
Trendline ini sudah menghasilkan empat kali pantulan (lingkaran biru) pada Mei 2022, Maret 2023, Oktober 2023, dan April 2025. Menariknya, sentuhan April 2025 bersamaan dengan pemulihan cepat silver di atas 200-day moving average.
Sekarang, indikator ini mendekati angka 30 dan hampir menyentuh trendline untuk kali kelima. Jika harga memantul di sini, momentum bisa ter-reset dan potensi reli counter-trend muncul. Sebaliknya, jika garis ini ditembus bersih, pola empat tahun akan berakhir dan menandakan dominasi momentum bearish.
Sinyal ini semakin kuat karena prediksi BeInCrypto di bulan Mei sudah lebih dulu mewanti-wanti risiko penurunan lebih lanjut jika support utama gagal bertahan.
Penurunan harga terjadi di seluruh logam mulia. Trader BullTheoryio memperkirakan total kerugian ini dalam satu postingan di X.
Masih menurut postingan yang sama, aksi jual besar-besaran ini terjadi saat konflik Iran masih aktif, harga minyak diperdagangkan mendekati US$90, dan inflasi masih tinggi. Padahal, kondisi seperti ini secara historis biasanya menguntungkan logam mulia, sehingga penurunan ini terasa semakin aneh.
Peledekkan dari kalangan Bitcoin menambah sinyal sentimen. Analis on-chain Checkmatey menyindir penurunan ini dengan membuat postingan satir seolah Jane Street memakai komputer kuantum untuk menambang asteroid dan menggandakan pasokan logam hingga tak terbatas.
Rasa cemoohan terbuka pada kelas aset biasanya sering muncul mendekati fase kapitulasi, meskipun tidak menjamin waktu pembalikan secara pasti.
Jika trendline RSI bertahan, harga silver bisa mencoba pulih ke area US$69 yang sudah ditembus. Jika berhasil menguasai kembali zona itu, peluang terbuka menuju level Fibonacci 0,5 di sekitar US$79. Hanya pergerakan di atas resistance US$89 yang akan menginvaliasi struktur bearish secara keseluruhan, seperti yang telah diulas dalam outlook terbaru soal ketatnya pasar fisik.
Jika trendline jebol, jalan terbuka menuju US$54,50 lalu ke US$50. Nasib silver kini benar-benar bergantung pada satu garis momentum yang belum pernah gagal dalam empat tahun terakhir.

