Ripple telah menerima persetujuan awal untuk lisensi Crypto Asset Service Provider (CASP) di Luksemburg. Persetujuan ini menjadi langkah kunci menuju kepatuhan penuh di bawah kerangka Markets in Crypto Assets (MiCA) Uni Eropa.
Persetujuan ini berbentuk “Green Light Letter” dari Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF) Luksemburg dan masih menunggu syarat akhir. Tapi, persetujuan ini mencakup seluruh 30 negara di European Economic Area (EEA). Hal ini membuka jalan bagi peluncuran penuh Ripple Payments di kawasan tersebut untuk pertama kalinya.
Lisensi CASP ini digunakan bersama dengan lisensi Lembaga Uang Elektronik (EMI) Uni Eropa yang sudah ada. Kedua persetujuan ini memberikan akses bagi bank, fintech, dan korporasi Eropa ke infrastruktur pembayaran stablecoin dan aset kripto milik Ripple. Klien kini bisa mengakses seluruh layanan hanya dengan satu integrasi.
Setelah mendapat persetujuan akhir dari CSSF, perusahaan akan sepenuhnya sesuai dengan standar MiCA. Penggabungan lisensi ini menghilangkan hambatan utama bagi institusi keuangan yang ingin mendapatkan akses aset digital teregulasi di Eropa.
Cassie Craddock, Managing Director, UK & Europe di Ripple, menyoroti kenaikan permintaan dari institusi.
Analis juga telah menyoroti kapasitas XRP sebagai lindung nilai inflasi, menunjukkan minat yang makin besar dari investor institusi jangka panjang.
Eropa sudah menjadi salah satu pasar terkuat Ripple, seperti yang kembali ditegaskan pada acara Swell 2026. Basis klien Ripple mencakup beberapa institusi keuangan terbesar di benua tersebut. Sementara itu, volume stablecoin euro di bawah MiCA juga telah mencetak rekor tertinggi.
Pencapaian ini melanjutkan keberhasilan Ripple yang sudah menerima lisensi EMI FCA dan Registrasi Aset Kripto pada Januari 2026. Kini, perusahaan memegang lebih dari 75 lisensi regulasi secara global.
Matthew Osborne, Head of Policy UK & Europe di Ripple, memberikan apresiasi pada pendekatan regulator di Luksemburg selama proses ini. Ia menggambarkan CSSF memiliki “keahlian pengawasan yang mendalam” serta kerangka yang “jelas dan proporsional” untuk aset digital. Ia juga menyebut Luksemburg sebagai “rumah regulasi alami” bagi operasional Ripple di Eropa.
Ripple Payments beroperasi di lebih dari 60 pasar dan telah memproses volume transaksi lebih dari US$100 miliar. Platform ini menangani seluruh proses transaksi lintas negara untuk para kliennya. Terpisah, Ripple juga memperkirakan volume stablecoin global akan mencapai US$33 triliun pada 2026.
XRP (XRP) diperdagangkan di harga US$1,11, turun 1,72% dalam 24 jam terakhir. Para analis yang memantau tingkat support harga XRP menyebut token ini sedang menguji zona kunci. Saat ini, token XRP memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$69 miliar dan menempati peringkat keenam secara global.
Persetujuan akhir dari CSSF masih menunggu proses. Peluncuran penuh Ripple di Eropa kini bergantung pada seberapa cepat persyaratan yang tersisa dapat dipenuhi.

