Nikkei 225 Jepang mencatat rekor tertinggi baru pada hari Senin sementara yen terus melemah.
Mata uang tersebut melemah menjadi 161,7 per US$, hampir menyentuh angka 161,96. Jika melewati level tersebut, yen akan berada di posisi terlemah dalam hampir empat dekade dan menambah tekanan pada Tokyo untuk segera bertindak.
Nikkei 225 ditutup di rekor baru 72.353,96 pada hari Senin, naik 1,55% setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 72.831. Sementara itu, Topix naik 1,24% menjadi 4.095,05.
Kenaikan ini menambah lebih dari ¥25,74 triliun (US$156 miliar) pada nilai pasar indeks, menurut analis Bull Theory. Reli ini juga meluas ke saham Asia lainnya, dengan KOSPI Korea Selatan naik 0,7% dan Indeks SSE Composite Cina menguat 1,78%.
Kenaikan ini terjadi setelah pembicaraan konstruktif antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss, di mana negosiasi teknis akan berlanjut minggu ini. Para mediator dari Qatar dan Pakistan mengonfirmasi adanya kemajuan, meski Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan militer.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Ketika saham bergerak naik, mata uang Jepang justru bergerak sebaliknya. Yen melemah hingga 161,7 per US$, dan jika melewati 161,96, maka yen akan berada pada posisi terendah sejak tahun 1986.
Pelemahan ini tetap terjadi meski Tokyo sudah berusaha keras menghentikannya. Jepang telah menghabiskan rekor ¥11,73 triliun (US$73,4 miliar) untuk mendukung yen hingga akhir Mei.
Secara terpisah, data cadangan dari Kementerian Keuangan menunjukkan kepemilikan surat berharga asing negara tersebut turun sebesar US$75,6 miliar sejak April hingga akhir Mei. Penurunan ini sejalan dengan besaran intervensi terbaru Jepang untuk mempertahankan nilai mata uangnya.
Bank of Japan juga sudah mengetatkan kebijakan dengan menaikkan suku bunganya menjadi 1% dari sebelumnya 0,75%, tertinggi sejak 1995. Umumnya, kenaikan suku bunga akan mendukung mata uang, namun yen tetap lemah meski ada kebijakan ini.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli
