OpenAI dikabarkan akan merilis GPT-5.6 secara bertahap setelah pemerintah AS mengajukan kekhawatiran soal keamanan, sehingga membatasi siapa saja yang bisa mengakses model ini terlebih dahulu.
Pejabat federal akan ikut menentukan pelanggan mana yang bisa mendapat akses awal, berdasarkan laporan baru.
The Information melaporkan bahwa pemerintahan Trump meminta OpenAI untuk meluncurkan teknologi ini secara bertahap dan tidak langsung terbuka untuk publik. Outlet tersebut menyebutkan bahwa peninjau federal akan menyetujui akses pratinjau satu per satu untuk setiap pelanggan pada tahap awal.
Peluncuran bertahap sebenarnya sudah pernah dilakukan OpenAI sebelumnya. Perusahaan ini pernah menahan perilisan penuh model GPT-2 selama sekitar sembilan bulan di tahun 2019 karena kekhawatiran soal penyalahgunaan. Peluncuran model GPT-5.5 pada 23 April pun lebih dulu tersedia untuk pelanggan berbayar sebelum bisa diakses pengguna gratis.
Secara lebih spesifik, OpenAI juga pernah mengirimkan versi GPT-5.5 yang berfokus pada keamanan siber hanya kepada defender yang telah melalui proses verifikasi, lewat program trusted-access. Rencana peluncuran GPT-5.6 juga akan memperluas pendekatan tersebut untuk melibatkan Washington secara langsung.
Permintaan yang dilaporkan ini sejalan dengan Executive Order 14409, yang Presiden Donald Trump tandatangani pada 2 Juni. Aturan tersebut meminta para pengembang untuk memberi pemerintah akses hingga 30 hari ke model paling canggih mereka sebelum rilis ke publik.
Pejabat federal juga akan membantu memilih mitra terpercaya mana yang bisa memperoleh akses awal.
Sebuah benchmark rahasia yang dipimpin National Security Agency akan menentukan sistem mana saja yang dikategorikan sebagai frontier model yang diawasi. Penilaian ini akan mempertimbangkan kemampuan siber canggih dari sebuah model.
Di sisi lain, pusat clearinghouse yang dijalankan Treasury akan mencari dan menambal celah keamanan perangkat lunak, sehingga memperluas doktrin pertahanan siber dari pemerintah tersebut.
Kerangka ini bersifat sukarela dan tidak melibatkan sistem lisensi apa pun, sebagai bagian dari dorongan kebijakan AI federal yang lebih luas. Pejabat memandangnya sebagai cara untuk menguji frontier model dari potensi risiko siber. Beberapa mantan penasihat menganggap upaya tersebut terlalu berlebihan.
OpenAI belum secara resmi mengonfirmasi keberadaan GPT-5.6 maupun tanggal rilis pastinya, dan jadwal sebelumnya sudah mundur ke bulan Juli. Seberapa ketat pengaruh Washington dalam akses awal ini mungkin akan jadi acuan untuk perilisan frontier selanjutnya dari OpenAI dan Anthropic.


