Gedung Putih membantah bahwa perjanjian AI pemerintahan Trump dengan Uni Emirat Arab memiliki kaitan apa pun dengan World Liberty Financial.
Pernyataan ini muncul setelah Senator Demokrat meminta diadakannya dengar pendapat terkait dugaan hubungan perusahaan kripto yang didukung keluarga Trump dengan Abu Dhabi.
Dalam pernyataan kepada BeInCrypto, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa perjanjian AI dengan UEA bertujuan untuk memperdalam kemitraan strategis bidang teknologi antara Washington dan Abu Dhabi.
Lima Senator Demokrat minggu ini meminta ketua komite partai Republik untuk mengadakan dengar pendapat terkait World Liberty Financial dan sejumlah kesepakatan kripto asing yang berkaitan dengan Trump, keluarganya, serta Utusan Khusus Steve Witkoff.
Permintaan ini datang setelah muncul laporan bahwa sebuah lembaga investasi yang terhubung UEA sepakat membeli 49% saham World Liberty Financial senilai kurang lebih US$500 juta, tak lama sebelum Trump kembali menjabat.
Para legislator menyatakan bahwa waktu transaksi tersebut menimbulkan pertanyaan tentang apakah dana asing yang masuk ke usaha kripto keluarga Trump itu bersinggungan dengan kebijakan AS mengenai UEA di kemudian hari.
Gedung Putih secara tegas menolak kaitan itu.
Gedung Putih menggambarkan perjanjian dengan UEA ini sebagai langkah dalam kebijakan keamanan nasional dan industri, bukan sekadar urusan bisnis pribadi.
Inti masalah memang terletak di sini.
Pihak Demokrat berpendapat bahwa peran UEA di World Liberty Financial patut diawasi karena pemerintah kemudian menyetujui hal-hal berkaitan dengan teknologi sensitif dan akses kebijakan yang melibatkan Abu Dhabi.
Gedung Putih menyatakan, perjanjian AI ini mendorong kepentingan strategis Amerika Serikat dan berisi perlindungan bagi teknologi Amerika.
Penasihat Gedung Putih David Warrington juga menepis dugaan bahwa kepentingan bisnis pribadi Trump memengaruhi kebijakan resmi pemerintah.
World Liberty Financial telah menjadi pusat polemik politik karena berada di persimpangan antara aset kripto, modal asing, dan kepentingan bisnis keluarga Trump.
Investasi yang dilaporkan terkait UEA menarik perhatian sebab Abu Dhabi kini berperan besar dalam pengembangan AI, semikonduktor, dan aset digital. Selain itu, MGX yang didukung UEA pernah dikaitkan dengan kesepakatan Binance senilai US$2 miliar yang memakai stablecoin USD1 milik World Liberty Financial.
Fraksi Demokrat memanfaatkan relasi tersebut sehingga menyuarakan perlunya Kongres menyelidiki apakah ada pengaruh aktor asing melalui transaksi kripto terkait.
Gedung Putih menilai argumen tersebut bermuatan politik.
Para senator juga menyoroti Steve Witkoff, Utusan Khusus Trump untuk Misi Perdamaian, karena hubungan keluarganya dengan World Liberty Financial.
Warrington menjelaskan bahwa Witkoff mematuhi aturan etika dan sudah menjauh dari perusahaan tersebut.
Salah satu sumber dekat Witkoff, memberikan pernyataan secara off the record, mengatakan bahwa anak-anak Witkoff yang menjalankan World Liberty Financial dan dirinya sama sekali tidak terlibat di perusahaan tersebut.
Pernyataan-pernyataan di atas belum membuat inti perdebatan ini selesai.
Fraksi Demokrat tetap menginginkan adanya kesaksian di bawah sumpah dan hearing komite untuk memastikan apakah kesepakatan luar negeri World Liberty Financial menimbulkan konflik kepentingan di dalam pemerintahan.
Gedung Putih menyatakan bahwa perjanjian AI Uni Emirat Arab tidak ada kaitannya dengan perusahaan tersebut, dan baik Trump maupun Witkoff telah dipisahkan dari kepentingan bisnis terkait.
Saat ini, perselisihan tersebut telah bergeser dari pasar kripto ke pengawasan kongres.