Binance menegaskan tidak akan mundur dari Eropa meskipun upayanya mendapatkan lisensi MiCA di Yunani gagal. Beberapa laporan menyebutkan Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, mendorong Athena untuk menolak exchange aset kripto terbesar di dunia itu.
Keputusan ini membuat Binance hanya punya waktu kurang dari satu minggu untuk menemukan jalur lain masuk ke wilayah Uni Eropa sebelum izin sementara mereka berakhir pada 1 Juli. Binance sendiri menegaskan tidak berniat meninggalkan Eropa.
Binance mengajukan permohonan lisensi di Yunani pada Januari 2026 melalui anak perusahaan lokal. Persetujuan di sana akan memungkinkan Binance memanfaatkan hak ‘passporting’ ke seluruh 27 negara anggota lewat kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA).
Tanpanya, platform yang tidak berlisensi wajib menghentikan layanan ke klien Uni Eropa setelah batas akhir transisi MiCA berlalu.
Binance kabarnya sudah lolos sejumlah pemeriksaan penting sebelum proses persetujuan di Yunani terganjal pada pertengahan Juni. Laporan serupa menyebut Lagarde sempat memberi tahu Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, bahwa exchange tersebut tidak diterima.
Baik ECB, pejabat Yunani, maupun Binance belum ada yang mengonfirmasi klaim ini.
Reuters memberitakan regulator ragu karena denda Binance sebelumnya terkait pencucian uang, struktur organisasinya yang luas, dan budaya perusahaan yang dianggap berisiko.
Pada 2023, Binance mengaku bersalah di AS atas pelanggaran Bank Secrecy Act dan sanksi, membayar denda US$4,3 miliar, dan pendirinya, Changpeng Zhao (CZ), mengundurkan diri.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Laporan mengaitkan penolakan ini dengan dominasi Binance di likuiditas stablecoin yang dipatok dengan dolar. ECB menganggap token dolar ini ancaman bagi kedaulatan moneter, dan ECB tengah mengembangkan digital euro mereka sendiri yang ditargetkan terbit tahun 2029.
Meskipun begitu, bank sentral tidak punya hak veto formal atas persetujuan MiCA. Regulator nasional yang memberikan izin, sehingga tekanan Lagarde hanya bisa melalui jalur politik, bukan kewenangan langsung.
Struktur ini punya dua sisi:
Sudah puluhan pesaing lolos MiCA, seperti Kraken di Irlandia, sehingga Binance jadi satu-satunya exchange besar yang masih belum mendapatkan izin.
Binance sudah menghubungi empat atau lima regulator, namun hanya melakukan pengajuan di Yunani. Prancis akan jadi tantangan berikutnya, di mana Binance memang memiliki registrasi AMF sejak 2022 tetapi juga sedang menghadapi penyelidikan pencucian uang yang diperberat oleh jaksa Prancis.
Melangkahi regulator nasional kedua bakal memicu biaya politik lebih besar, dan Binance pun pernah meninggalkan pasar UE sebelumnya.
Pembelaan Binance menekankan pada skala, mengacu pada investasi besar serta memiliki sekitar 1.500 staf kepatuhan.
Namun, para pengkritik menyebut hal tersebut tidak cukup, karena mempekerjakan ribuan staf kepatuhan percuma jika tim-tim itu tidak punya wewenang yang memadai.
Situasi ini mirip dengan konflik Binance dengan regulator Inggris pada 2022 silam.
Tidak semua orang melihat batas waktu ini sebagai bahaya besar. Analis Paul Barron menyebut cutoff Juli hanyalah konsolidasi yang sudah diprediksi harga, sebab berita “90%” itu sebagian besar hanya mencakup registrasi perusahaan cangkang yang tidak aktif, bukan platform aktif.
Hari-hari ke depan akan menunjukkan apakah Binance berhasil mengamankan pijakan di tempat lain, serta seberapa jauh pengaruh informal ECB bisa menjangkau seantero Uni Eropa.