Pengadilan federal di Seattle menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Geoffrey Auyeung pada hari Selasa atas konspirasi pencucian uang.
Pria berusia 47 tahun yang tinggal di Newcastle, Washington ini membantu penipu luar negeri memindahkan dana korban dari skema escrow minyak dan gas palsu.
Menurut jaksa, Auyeung membuat sedikitnya 9 entitas bisnis untuk menerima uang dari investor. Rekan skemanya mengatakan kepada para korban bahwa mereka membeli penyimpanan tangki minyak di Rotterdam atau Houston, dengan keuntungan yang didapat dari menyewakan tangki-tangki tersebut.
Setelah setoran masuk ke akun-akun yang dikuasai Auyeung, ia memindahkan dana tersebut ke luar negeri atau mengubahnya menjadi aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), Tether (USDT), USDC (USDC), dan Ethereum (ETH), melalui Gemini, BitStamp, dan Coinbase.
Kebanyakan aset kripto itu kemudian mengalir ke akun Binance yang dikuasai oleh individu di Nigeria dan Rusia. Para korban tidak pernah mendapat kabar soal investasi mereka, dan para penipu langsung menghilang begitu saja.
Siaran pers tersebut mengungkapkan bahwa Auyeung membuka sedikitnya 81 rekening bank di 24 institusi keuangan, serta 19 akun di 8 exchange kripto. Antara Juni 2022 hingga Juli 2024, seluruh rekening ini menerima arus transfer pihak ketiga sebesar US$97,1 juta.
Seluruh setoran itu pemerintah tandai sebagai hasil penipuan. Hakim Distrik AS John C. Coughenour menyatakan bahwa hukuman tersebut mencerminkan besarnya tindak kejahatan ini.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara langsung
Auyeung meraup lebih dari US$4 juta sebagai komisi karena menyembunyikan hasil kejahatan tersebut. Ia menuntut bayaran lebih tinggi, seiring dengan bertambahnya kesadaran atas adanya penipuan, menurut catatan pengadilan.
Penangkapannya pada Agustus 2024 ternyata tak membuatnya kapok. Sampai Desember 2025, ia masih mengumpulkan tambahan US$400.000 dengan mengalirkan dana setoran ke rekening atas nama istrinya.
Auyeung kini harus menyerahkan sekitar US$2,3 juta yang pemerintah sita dari rekening dan rumahnya, sebuah Audi SQ8, serta tidak akan menggugat penyitaan perdata sebesar US$7,1 juta dalam bentuk Bitcoin dan aset kripto lain yang ada di wallet. Pemerintah juga mengajukan permintaan restitusi sebesar US$24,7 juta, yang saat ini masih dalam proses penetapan hakim pengawas.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton wawancara dan ulasan para pemimpin serta jurnalis kripto