Biro Pusat Penanggulangan Kejahatan Siber (CBZC) Polandia menangkap empat anggota sindikat kejahatan kripto. Grup ini menguras aset kripto melalui serangan SIM swap, ungkap FBI dan Homeland Security Investigations.
Para tersangka menghadapi dakwaan mulai dari menjalankan kelompok kriminal terorganisir, pencurian dengan meretas sistem komputer, hingga pencucian uang. Keempatnya masih ditahan sebelum persidangan, dan mereka bisa terancam hukuman hingga 25 tahun penjara.
Penyelidik menyatakan kelompok ini membobol sistem TI perusahaan yang bekerja sama dengan operator telekomunikasi. Mereka menggunakan rekayasa sosial, bukan peretasan secara paksa, sebagai langkah awal untuk memperoleh akses. Komplotan ini juga memperoleh akses ke email karyawan dengan perangkat lunak khusus.
Akses tersebut memungkinkan pelaku menjalankan serangan SIM swap, yaitu menggandakan atau membajak nomor ponsel korban. Dengan menguasai SMS dan email, grup ini bisa mereset kata sandi, melewati perlindungan dua faktor, dan mengambil alih akun di exchange aset kripto.
Begitu berhasil masuk, mereka langsung menguras aset digital yang ada di akun tersebut. Metode ini memanfaatkan kelemahan yang sudah diketahui, karena banyak platform masih mengandalkan pemulihan akun lewat nomor ponsel, meskipun sudah sering terjadi kegagalan keamanan pada operator telekomunikasi.
FBI mencatat kerugian lebih dari US$68 juta akibat SIM swap di AS sepanjang 2021, baik dari rekening bank maupun akun mata uang virtual.
Polisi menjelaskan, dana curian bergerak sangat cepat di jaringan keuangan yang tersebar luas. Selain itu, jaksa menambahkan bahwa para tersangka menjadikan pencurian tersebut sebagai sumber penghasilan tetap. Mereka memakai rekening bank pribadi di Polandia maupun luar negeri, platform pembayaran, serta wallet kripto multi-mata uang.
Pejabat memperkirakan total dana yang dicuci sudah melebihi puluhan juta zloty Polandia, atau setara beberapa juta dolar. Jika melihat skalanya, kasus ini sebanding dengan jaringan pencucian uang kripto di Eropa lainnya yang berhasil digagalkan tahun ini.
Jaksa di Amerika Serikat juga pernah menindak kelompok dengan modus serupa. Surat dakwaan federal menjelaskan langkah yang mirip ke exchange aset kripto. Salah satu kasus terbesar terjadi pada 2022 dengan nilai sekitar US$400 juta dari exchange FTX yang bangkrut.
Kantor Kejaksaan Regional Krakow mengawasi kasus ini. Keterlibatan FBI dan HSI menunjukkan adanya korban atau infrastruktur di luar Polandia. Kasus kejahatan kripto lintas negara seperti ini kini makin membutuhkan kerja sama antarnegara, sebagaimana penangkapan SIM swap oleh FBI sebelumnya.
CBZC yang baru terbentuk pada 2022, belum merilis identitas tersangka ataupun foto mereka, demi menjaga proses penyidikan. Namun, mereka sudah mengunggah video operasi di kanal resminya.
Subscribe ke YouTube kami untuk menyimak pandangan ahli dari para pemimpin dan jurnalis
Spekulasi di media sosial yang belum terkonfirmasi mengaitkan salah satu tahanan dengan alias online yang dikenal, “Merry.”
Polisi membantah klaim tersebut. Pejabat menuturkan kasus ini terus berkembang, dan penangkapan lainnya bisa saja terjadi selama penyidikan masih berlangsung.