Harga Solana (SOL) kembali berada di bawah tekanan setelah mencatat koreksi sekitar 2,12% dalam 24 jam terakhir.
Aset kripto terbesar ketujuh berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut kini diperdagangkan di kisaran US$71,89, turun dari level tertinggi hariannya yang sempat mendekati US$75.
Koreksi ini menunjukkan bahwa reli yang sempat terbentuk dalam beberapa hari terakhir belum mampu berkembang menjadi tren kenaikan yang lebih kuat.
Setelah berhasil menarik minat beli dan mencatat penguatan sebelumnya, SOL kini menghadapi gelombang aksi ambil untung yang membuat pergerakannya kembali melemah.
Meski demikian, kondisi saat ini belum sepenuhnya mengubah prospek jangka pendek Solana. Investor masih memantau apakah koreksi ini hanya jeda sementara atau awal dari tekanan yang lebih besar.
Baca Juga: Kembali Bersinar, Harga Solana Naik 8% dalam Sepekan
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Solana bergerak dalam rentang US$71,33 hingga US$74,89.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pembeli sebenarnya sempat mencoba membawa SOL ke level yang lebih tinggi. Namun tekanan jual yang muncul di dekat area US$75 membuat momentum penguatan terhenti.
Fenomena seperti ini sering terjadi ketika pasar memasuki area resistensi yang cukup kuat. Banyak trader memilih mengamankan keuntungan sehingga kenaikan harga menjadi terbatas.
Akibatnya, SOL kembali turun dan bergerak mendekati area support yang kini menjadi fokus perhatian pasar.
Meski sempat mencatat kenaikan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya, performa Solana dalam sepekan terakhir masih menunjukkan tekanan.
Data menunjukkan SOL turun sekitar 2,61% dalam tujuh hari terakhir. Angka ini mengindikasikan bahwa sentimen bullish belum sepenuhnya mendominasi pasar.
Investor masih cenderung berhati-hati karena arah pergerakan aset kripto secara keseluruhan belum menunjukkan tren yang benar-benar solid.
Kondisi tersebut membuat banyak pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi sebelum kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko seperti Solana.
Jika melihat periode yang lebih panjang, Solana masih menghadapi pekerjaan rumah yang cukup besar.
Dalam 30 hari terakhir, harga SOL tercatat turun sekitar 16,23% jika merujuk data Tokocrypto pada Selasa (23/6).
Koreksi dalam periode 60 hari mencapai 16,10%, sementara dalam 90 hari terakhir penurunannya masih berada di kisaran 21,62%.
Data ini menunjukkan bahwa Solana masih berupaya keluar dari tekanan jangka menengah yang membebani pasar sejak beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, fakta bahwa harga masih mampu bertahan di atas area US$70 menunjukkan bahwa minat beli belum sepenuhnya hilang dari pasar.
Salah satu faktor yang cukup menarik adalah tingginya aktivitas transaksi Solana.
Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$2,15 miliar, menunjukkan bahwa SOL masih menjadi salah satu aset digital dengan likuiditas tinggi.
Tingginya volume perdagangan biasanya mencerminkan besarnya perhatian investor terhadap suatu aset.
Dalam kasus Solana, angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun harga terkoreksi, aktivitas pasar tetap berlangsung aktif.
Hal ini dapat menjadi modal positif apabila sentimen pasar kembali membaik dalam waktu dekat.
Terlepas dari penurunan harga harian, posisi Solana di pasar kripto global masih relatif kuat.
Kapitalisasi pasar SOL saat ini berada di kisaran US$41,7 miliar, menempatkannya sebagai salah satu aset digital terbesar di dunia.
Dengan jumlah pasokan beredar mencapai sekitar 580,41 juta SOL, proyek blockchain ini tetap memiliki ekosistem yang aktif dan komunitas yang besar.
Faktor tersebut menjadi alasan mengapa Solana masih sering menjadi salah satu pilihan utama investor yang mencari aset dengan potensi pertumbuhan tinggi di sektor blockchain.
Baca Juga: Harga Solana Naik Tipis ke US$65, Koreksi Panjang Mulai Mereda?
Dalam jangka pendek, area US$71 hingga US$70 menjadi level yang sangat penting untuk dipertahankan.
Jika SOL mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang untuk kembali menguji area US$74 hingga US$75 masih terbuka.
Sebaliknya, jika tekanan jual semakin besar dan support ini ditembus, pasar berpotensi melihat koreksi yang lebih dalam.
Karena itu, pergerakan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah Solana mampu melanjutkan proses pemulihannya atau kembali memasuki fase pelemahan.
Untuk saat ini, Solana masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.
Koreksi 2,12% memang menunjukkan adanya tekanan jual, tetapi tingginya volume perdagangan mengindikasikan bahwa minat investor belum surut.
Selama area support utama tetap terjaga, peluang rebound masih terbuka.
Namun pasar tetap membutuhkan dorongan baru agar SOL mampu kembali membangun momentum kenaikan yang lebih kuat.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Solana Kehilangan Akselerasi, Reli Singkat Terhenti di Bawah US$75 appeared first on Tokocrypto News.


