Cina memutus ekspor barang dual-use ke 10 perusahaan pertahanan dan mineral langka Amerika pada 22 Juni, sehingga meningkatkan ketegangan aksi saling balas dengan Washington terkait penetapan perusahaan yang berhubungan dengan militer.
Tindakan ini terjadi setelah Pentagon baru-baru ini memperluas daftar pengawasan perusahaan Cina yang diduga terkait militer, di mana daftarnya kini mencakup Alibaba dan Baidu.
Perusahaan yang dilarang mencakup bidang drone, kedirgantaraan, kendaraan darat, sistem maritim, dan mineral penting. Penyedia drone dan sistem nirawak mendominasi daftar ini: AVEOX, Red Cat Holdings, Teal Drones, IMSAR, dan Jaia Robotics. Sementara itu, Ball Aerospace, Oshkosh Defense, dan L3Harris Maritime Services berada di sektor kedirgantaraan, kendaraan lapis baja, dan layanan maritim secara berturut-turut.
Dua perusahaan mineral langka juga masuk daftar dari Beijing. MP Materials mengoperasikan satu-satunya tambang dan fasilitas pemrosesan mineral langka yang masih aktif di Amerika Serikat. USA Rare Earth sedang membangun rantai pasok magnet domestik di Colorado, Texas, dan Oklahoma. Keterlibatan mereka memberi sinyal bahwa Beijing siap memberi tekanan pada rantai pasok mineral penting Amerika.
Kementerian juga melarang perusahaan dan individu di negara ketiga untuk menyalurkan barang dual-use asal Cina ke salah satu dari 10 perusahaan tersebut. Eksportir Cina baru bisa mengajukan pengecualian jika barangnya benar-benar dianggap “sangat dibutuhkan.”
Beijing menyatakan pelarangan ini sebagai respon langsung atas apa yang mereka sebut sebagai “perluasan yang salah” oleh Washington terhadap daftar 1260H. Penetapan dari Pentagon yang diperbarui awal bulan ini, kini juga memasukkan perusahaan mobil listrik BYD, raksasa e-commerce Alibaba, perusahaan mesin pencari dan pemetaan Baidu, serta produsen otomotif NIO, dan lain-lain.
Penetapan ini melarang Pentagon untuk menyetujui kontrak langsung dengan perusahaan yang tercantum, mulai 30 Juni.
Sanksi ini terjadi sebulan setelah Trump berkunjung ke Beijing untuk berdiskusi dengan Xi demi menstabilkan hubungan ekonomi terbesar di dunia. Kedua belah pihak sepakat untuk mulai menurunkan tarif, namun ketegangan kembali meningkat terutama di sektor teknologi dan pertahanan.
George Chen, mitra untuk kawasan Greater China di The Asia Group, menuturkan bahwa respon ini memang tidak mengherankan dan dianggap sepadan. Apakah Beijing bertahan dengan respons kalibrasi atau memperluasnya, tergantung pada sikap Washington sebelum batas waktu 30 Juni.

