Franklin Templeton telah menyelesaikan akuisisi 250 Digital pada 22 Juni 2026, sekaligus resmi meluncurkan Franklin Crypto sebagai divisi khusus manajemen aset digital aktif.
Manajer aset dengan dana kelolaan senilai US$1,78 triliun ini mengintegrasikan strategi aktif crypto-native dengan infrastruktur institusionalnya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari investor besar.
Kesepakatan ini memindahkan seluruh tim investasi 250 Digital dan semua strategi liquid cryptocurrency yang sebelumnya dikelola di bawah CoinFund.
Franklin Templeton akan menginvestasikan modal langsung pada strategi-strategi ini.
Ini sekaligus menuntaskan transaksi yang diumumkan pada 1 April 2026. Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang Franklin Templeton terhadap aset digital, dengan rekam jejak sejak 2018 melalui serangkaian eksperimen awal yang menggunakan infrastruktur blockchain, termasuk meluncurkan salah satu dana terdaftar pertama di AS yang memakai blockchain publik untuk transaksi dan kepemilikan saham.
Christopher Perkins menjabat sebagai Head of Franklin Crypto, dengan Seth Ginns sebagai Chief Investment Officer. Mereka bekerja bersama Tony Pecore, seorang veteran Franklin Templeton Digital Assets. Divisi ini langsung melapor kepada Sandy Kaul, selaku Head of Innovation.
CEO Jenny Johnson menyampaikan:
Ikuti kami di X untuk mendapatkan kabar terkini secara langsung
Franklin Templeton melaporkan aset kelolaan senilai US$1,78 triliun per 31 Mei 2026.
Franklin Crypto secara langsung melanjutkan unit digital asset khusus yang telah ada di perusahaan, yang berfokus pada riset fundamental, konstruksi portofolio aktif, dan pengawasan risiko berstandar institusional.
Divisi baru ini menargetkan klien institusi yang mencari eksposur cryptocurrency dengan pengelolaan aktif di dalam kerangka yang teregulasi dan terdistribusi secara global.
Divisi ini menggabungkan eksekusi crypto yang spesialis dengan infrastruktur dan basis klien mapan milik Franklin Templeton.
Franklin Crypto akan meluncurkan strategi cryptocurrency dengan pengelolaan aktif kepada para investor institusional di seluruh dunia.
Integrasi ini menempatkan perusahaan untuk menangkap permintaan solusi aset digital maju, karena institusi semakin banyak mengalokasikan modal ke kelas aset ini lewat manajer yang sudah terbukti.
