Saham Alphabet turun sekitar 6% pada hari Senin, menyentuh $343,30 dalam perdagangan pagi, seiring serangkaian berita negatif yang datang bersamaan. Saham sempat turun hingga 7% pada beberapa titik selama sesi tersebut, menghapus sekitar $250 miliar kapitalisasi pasar.
Alphabet Inc., GOOGL
Pukulan terbesar datang dari dua kepergian talenta AI secara beruntun ke pesaing langsung.
Noam Shazeer, VP Engineering Google dan co-lead model AI Gemini, mengumumkan kepindahannya ke OpenAI. Alphabet telah membayar sekitar $2,7 miliar untuk membawa Shazeer kembali dari Character.AI kurang dari dua tahun lalu.
Beberapa hari kemudian, John Jumper, ilmuwan peneliti senior pemenang Nobel di Google DeepMind dan co-creator AlphaFold, mengonfirmasi bahwa ia akan bergabung dengan Anthropic setelah hampir sembilan tahun di Google.
AlphaFold memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein, sebuah terobosan dengan implikasi besar bagi dunia kedokteran dan biologi. Kehilangan orang di balik karya tersebut — kepada pesaing — bukanlah hal kecil.
Kepergian keduanya memunculkan pertanyaan baru tentang apakah Google sedang kehilangan keunggulannya dalam persaingan AI. Beberapa analis memperingatkan bahwa kesenjangan kualitas antara Gemini dan model frontier dari OpenAI dan Anthropic mungkin semakin melebar.
Di sisi hukum, pengadilan California menolak Google dan YouTube untuk mendapatkan persidangan ulang dalam kasus di mana juri menemukan bahwa platform mereka dirancang untuk membuat pengguna muda kecanduan. Putusan tersebut membuat Alphabet rentan terhadap ganti rugi dan potensi tuntutan hukum serupa.
Rencana pemerintah Inggris untuk melarang media sosial bagi pengguna di bawah 16 tahun, bersama dengan aturan chatbot yang lebih ketat, menambah lapisan risiko bagi audiens muda YouTube dan pendapatan iklan yang terkait.
Para investor juga memperhatikan keuangan Alphabet dengan seksama. Perusahaan baru-baru ini menyelesaikan penggalangan ekuitas senilai $84,75 miliar, menimbulkan kekhawatiran tentang jeda dalam pembelian kembali saham. Rencana belanja modal 2026 berada di kisaran $180–$190 miliar, sebuah level yang diperkirakan akan menekan margin arus kas bebas.
Nasdaq turun 1,1% dan S&P 500 melemah 0,4% pada hari Senin, namun kerugian Alphabet jauh melampaui indeks-indeks tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ini adalah cerita spesifik perusahaan, bukan sekadar penjualan saham teknologi secara luas.
GOOGL kini diperdagangkan jauh di bawah rekor tertinggi 52 minggu sebesar $408,61. Saham ini telah melepaskan sebagian keuntungan yang terbentuk dari posisi terendah 52 minggu sebesar $162.
Beberapa konteks yang perlu diperhatikan: bisnis Google Cloud milik Alphabet terus tumbuh, dan backlog kontraknya melampaui pendapatan tahunan. Fundamental belum runtuh.
Obrolan di media sosial juga berperan. Firma riset Citrini Research memposting di X bahwa hyperscaler berpotensi menerbitkan utang lebih dari dua kali lipat ekspektasi saat ini pada 2027–2028 untuk mendanai infrastruktur AI — chip, pusat data, dan sejenisnya. Hal itu mengguncang sebagian investor yang sudah khawatir tentang pengeluaran AI yang melampaui imbal hasil.
Meski turun pada hari Senin, Wall Street tidak bergegas keluar. Konsensus analis untuk GOOGL tetap Strong Buy, berdasarkan 28 rating Beli dan lima Hold dalam tiga bulan terakhir. Rata-rata target harga berada di $427,38, mengimplikasikan kenaikan sekitar 23% dari level saat ini.
The post Alphabet (GOOGL) Stock Drops 6% as Google's Top AI Minds Leave for OpenAI and Anthropic appeared first on CoinCentral.

