Spiro, salah satu perusahaan sepeda motor listrik dan penukaran baterai terbesar di Afrika, telah mengamankan investasi ekuitas tambahan sebesar $55 juta dari investor tahap awal asal China, NewTrails Capital, sehingga putaran pendanaan yang diumumkan awal bulan ini mencapai $270 juta.
Investasi ini datang tiga minggu setelah Spiro mengungkapkan rekor penggalangan ekuitas sebesar $215 juta, salah satu putaran pendanaan terbesar yang diumumkan di sektor mobilitas listrik Afrika. Dengan komitmen terbaru ini, total pendanaan yang diungkapkan Spiro kini berjumlah sekitar $557 juta, mempertegas posisinya sebagai salah satu perusahaan mobilitas listrik yang paling banyak mendapat pendanaan di benua tersebut.

Hal ini juga terjadi kurang dari dua minggu setelah Spiro menunjuk mantan kepala eksekutif Indofast Energy, Anant Badjatya, sebagai CEO grup. Badjatya sebelumnya mengawasi jaringan penukaran baterai dengan lebih dari 1.800 stasiun di India, salah satu pasar teknologi tersebut yang paling berkembang di dunia.
"Bermitra dengan tim NewTrail Capital yang sangat berpengalaman menandai babak baru yang kuat bagi Spiro saat kami mempersiapkan langkah berikutnya dalam ekspansi pan-Afrika dan internasional kami," kata pendiri sekaligus ketua Gagan Gupta dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Perusahaan menyatakan akan menggunakan modal segar ini untuk memperluas jaringan penukaran baterai, operasi manufaktur, dan infrastruktur energi di pasar Afrika tempat perusahaan sudah beroperasi, termasuk Kenya, Uganda, Rwanda, dan Nigeria.
Investasi ini juga mempererat hubungan Spiro dengan investor dan pemasok asal China. Perusahaan sebelumnya telah mengambil baterai dari produsen China, termasuk kesepakatan pasokan senilai $11,6 juta dengan CBAK Energy Technology. Pada Oktober 2025, Spiro menyatakan bahwa 30% dari nilai sepeda motornya kini diproduksi secara lokal.
NewTrails Capital menyatakan memandang Spiro sebagai "bisnis yang menyerupai infrastruktur" dan melihat jaringan penukaran baterai perusahaan sebagai bagian dari transisi energi yang lebih luas yang terjadi di pasar Afrika.
"Spiro masih merupakan perusahaan muda, dan segalanya hari ini baru saja dimulai. Kami berharap dapat terus memenuhi peran kami sebagai investor jangka panjang, berkontribusi dengan sumber daya dan pengalaman kami, tumbuh bersama Spiro, dan membantu mempercepat transisi energi baru Afrika," kata Yufan Zhang, Mitra Pendiri NewTrails Capital.
Didirikan pada tahun 2022 oleh Gupta, Spiro menyatakan telah mengerahkan lebih dari 100.000 kendaraan listrik dan membangun lebih dari 2.500 stasiun penukaran baterai di tujuh negara. Perusahaan ini telah menarik dukungan dari investor termasuk Impact Fund Denmark, Equitane, FEDA, Nithio, Afreximbank, dan Africa Go Green Fund.
