Harga XRP kembali bergerak di zona merah setelah mencatat penurunan sekitar 1,02% dalam 24 jam terakhir.
Aset kripto yang berada di peringkat enam berdasarkan kapitalisasi pasar ini diperdagangkan di kisaran US$1,13, memperpanjang fase konsolidasi yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Meski koreksi harian yang terjadi tidak terlalu dalam, pergerakan ini menunjukkan bahwa XRP masih kesulitan membangun momentum bullish yang berkelanjutan.
Di tengah pasar kripto yang relatif stabil, XRP justru mengalami tekanan yang membuat investor kembali mencermati area support penting.
Saat ini, perhatian pasar tertuju pada kemampuan XRP mempertahankan level harga saat ini agar tidak memicu gelombang penurunan yang lebih besar.
Baca Juga: Gagal Jaga Momentum, Harga XRP Turun ke Level $1,13
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, XRP bergerak di rentang US$1,12 hingga US$1,15.
Harga XRP sempat mencoba bertahan di area atas, namun tekanan jual membuat token lansiran Ripple ini kembali turun mendekati level terendah harian.
Pola ini menunjukkan bahwa pasar masih didominasi oleh aksi ambil untung dan sikap hati-hati dari investor.
Kondisi tersebut membuat setiap upaya kenaikan harga belum mampu bertahan lama. Pembeli memang masih aktif menjaga area support, tetapi kekuatannya belum cukup besar untuk mendorong XRP keluar dari tren konsolidasi.
Salah satu indikator yang cukup diperhatikan investor adalah performa XRP dalam satu minggu. Data menunjukkan bahwa XRP masih mengalami penurunan sekitar 4,07% dalam tujuh hari terakhir.
Angka ini menandakan bahwa tekanan yang terjadi bukan hanya bersifat harian, tetapi juga mencerminkan lemahnya momentum dalam jangka pendek.
Ketika aset mencatat pelemahan mingguan di tengah pasar yang relatif stabil, hal tersebut sering menjadi tanda bahwa sentimen terhadap aset tersebut belum sepenuhnya pulih.
Karena itu, banyak pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum menambah posisi investasi.
Jika melihat periode yang lebih panjang, tekanan terhadap XRP masih cukup terasa. Dalam 30 hari terakhir, harga XRP turun sekitar 15,29%.
Koreksi semakin dalam dalam periode 60 hari yang mencapai 20,15%, sementara dalam tiga bulan terakhir XRP masih melemah sekitar 19,55%.
Data ini menunjukkan bahwa pemulihan yang sempat terjadi sebelumnya belum mampu mengubah tren utama secara signifikan.
Meski demikian, laju penurunan saat ini terlihat mulai melambat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, memberikan peluang bagi pasar untuk membangun basis pemulihan baru.
Aktivitas perdagangan XRP juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Merujuk data Tokocrypto pada Senin (22/6), volume transaksi XRP dalam 24 jam terakhir tercatat sekitar US$1,04 miliar.
Meskipun masih tergolong besar dibandingkan banyak aset kripto lainnya, angka ini menunjukkan bahwa minat pasar belum sepenuhnya kembali.
Volume yang lebih rendah biasanya mencerminkan sikap wait and see dari investor. Banyak pelaku pasar memilih menunggu arah yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan besar.
Di sisi lain, rendahnya volume juga membuat harga lebih rentan terhadap pergerakan mendadak apabila muncul sentimen positif maupun negatif.
Terlepas dari tekanan harga yang terjadi, XRP masih mempertahankan posisi kuat di pasar kripto global.
Kapitalisasi pasar XRP saat ini berada di kisaran US$70,38 miliar, menjadikannya salah satu aset digital terbesar di dunia.
Dengan jumlah pasokan beredar mencapai 62,05 miliar XRP, aset ini tetap memiliki basis komunitas dan investor yang besar.
Faktor tersebut menjadi salah satu alasan mengapa XRP masih mampu mempertahankan valuasi yang tinggi meskipun sedang berada dalam fase koreksi.
Baca Juga: Harga XRP Melambung ke $1,35, Momentum Bullish Terlihat
Dalam jangka pendek, level US$1,12 menjadi area yang paling penting untuk diperhatikan.
Jika XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang untuk kembali menguji area US$1,15 hingga US$1,18 masih terbuka.
Namun jika support tersebut gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa harga ke area yang lebih rendah.
Karena itu, pergerakan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah XRP mampu membangun momentum pemulihan atau justru melanjutkan fase koreksinya.
Untuk saat ini, kondisi XRP masih menunjukkan kecenderungan hati-hati.
Penurunan harian memang relatif terbatas, tetapi pelemahan mingguan dan menurunnya aktivitas perdagangan menunjukkan bahwa pasar masih belum menemukan katalis yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan.
Selama support utama tetap bertahan, peluang stabilisasi masih terbuka. Namun investor tetap perlu mencermati perkembangan volume dan sentimen pasar sebelum mengantisipasi pergerakan berikutnya.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Kehilangan Tenaga, Harga XRP Turun ke Level US$1,13 appeared first on Tokocrypto News.
