Brent crude diperdagangkan di harga US$79,46 per barel pada 18 Juni, turun sekitar 30% dari US$112,93 sebulan lalu. Dengan Selat Hormuz sekarang sudah dibuka dan kapal-kapal kembali bergerak, banyak yang memperkirakan harga akan turun lebih lanjut lagi. Tapi faktanya harga belum turun.
Jawabannya terletak pada faktor-faktor yang diam-diam tetap menjaga harga minyak mentah tetap tinggi, meskipun suplai mulai kembali masuk ke pasar.
Sekitar 500 kapal komersial masih tertahan di dalam Teluk Persia, menurut firma intelijen maritim Kpler, dan jalur sempit di selat tersebut tidak bisa langsung meloloskan semua kapal sekaligus. Lalu lintas pelayaran di Hormuz juga masih jauh di bawah tingkat normal sebelum konflik, dimana para nahkoda kapal, perusahaan asuransi, dan pemilik kapal menunggu kepastian jalur sudah bebas ranjau serta kembalinya jalur transit yang diakui internasional, sebelum mereka berani berlayar.
Laporan outlook bulan Juni dari Energy Information Administration memperkirakan Selat Hormuz akan tetap praktis tertutup sepanjang sebagian besar musim panas ini, dengan pengiriman minyak baru akan kembali mendekati level sebelum konflik pada awal tahun 2027.
Menghidupkan kembali ladang minyak yang sudah tutup lebih dari tiga bulan bukanlah hal yang bisa dilakukan secepat membalikkan telapak tangan. Claudio Galimberti, kepala ekonom di Rystad Energy, menjelaskan hal ini secara sederhana dalam pernyataannya kepada Associated Press.
Para ekonom di Capital Economics memperkirakan aliran energi bisa mencapai 80% dari level sebelum perang pada bulan September. Irak, yang ladang minyaknya mengalami penutupan lebih parah, mungkin perlu waktu hampir setahun penuh untuk bisa pulih sepenuhnya.
Pasar juga memperhitungkan kemungkinan kesepakatan dengan Iran gagal. Kehadiran Angkatan Laut AS yang masih terus berpatroli di Teluk, serta ketidakpastian apakah Iran akan patuh, membuat para trader belum benar-benar menghapus risiko gangguan geopolitik. Premium risiko yang tersisa itulah yang menjaga harga minyak tidak turun lebih dalam.