Noam Shazeer, wakil presiden engineering Google sekaligus co-lead model Gemini AI, mengumumkan pada 18 Juni bahwa ia akan meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan OpenAI.
Kepergian ini terjadi kurang dari dua tahun setelah Google dikabarkan membayar US$2,7 miliar untuk membawa Shazeer kembali dari Character.AI, startup yang ia co-found setelah keluar dari Google pada 2021.
Shazeer, yang pertama kali bergabung dengan Google pada tahun 2000, merupakan salah satu peneliti paling berpengaruh di bidang AI modern. Ia turut menulis makalah penting tahun 2017 berjudul “Attention Is All You Need.” Makalah ini mengenalkan arsitektur Transformer yang mendasari hampir semua model bahasa utama saat ini.
Shazeer sudah mengonfirmasi kabar ini di X, dan Google memberikan pernyataan singkat: “Kami berterima kasih atas kontribusi Noam yang berarti untuk Google selama ini,” ujar pihak Google.
Perpindahan ini terjadi di saat OpenAI semakin serius mempersiapkan penawaran saham perdana. Perusahaan telah mengajukan S-1 secara rahasia ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada awal bulan ini. Goldman Sachs dan Morgan Stanley kini memberi saran terkait proses listing yang nilainya diperkirakan bisa melebihi US$1 triliun.
Kehadiran Shazeer memperkuat kredibilitas teknis OpenAI di masa yang cukup sensitif. Perusahaan ini menghadapi tekanan yang semakin besar dari para pesaingnya. Sebagai contoh, Anthropic mulai mendapatkan pangsa pasar di segmen perusahaan dan bersaing di gelombang IPO 2026 yang padat bersama SpaceX.
Para investor sepertinya akan terus memperhatikan apakah kehadiran Shazeer mampu mendorong laju produk OpenAI menjelang IPO nanti.