CEO Coinbase (COIN) Brian Armstrong mengajak pemerintah AS untuk meninjau ulang kerangka investor terakreditasi, sebab ia menilai batasan berbasis kekayaan justru membuat orang “tidak bisa menjadi lebih kaya kecuali mereka sudah kaya terlebih dahulu”.
Armstrong menyampaikan pendapat ini di X setelah Space Exploration Technologies Corp. (NASDAQ: SPCX) melantai secara publik bulan ini. Perusahaan roket tersebut tetap menjadi perusahaan privat selama 24 tahun, sehingga investor ritel baru dapat ikut serta setelah para pendukung awal sudah meraup hampir seluruh keuntungan.
Aturan SEC menetapkan dua ambang batas kualifikasi. Seseorang harus memiliki kekayaan bersih lebih dari US$1 juta (di luar rumah utama) atau pendapatan tahunan di atas US$200.000 agar memenuhi syarat sebagai investor terakreditasi. Aturan ini menutup peluang investor ritel untuk ikut dalam private placement, pembiayaan ventura, dan kesepakatan pra-IPO yang biasanya menawarkan imbal hasil terbesar.
Armstrong sebelumnya juga sudah mengutarakan kekhawatiran serupa dalam agenda sistem keuangan Coinbase yang lebih luas. Ia menyebut masalah ini semakin parah karena perusahaan-perusahaan kini cenderung menunda IPO, sehingga para insider kaya bisa meraih keuntungan pra-IPO, dan investor ritel hanya bisa menunggu saat listing.
CEO Coinbase tersebut menggambarkan aturan itu sebagai “kontraproduktif” dalam unggahannya di X.
OpenAI dan Anthropic juga baru-baru ini mengajukan dokumen IPO secara rahasia di awal bulan ini, mengulang pola yang sama. Kedua perusahaan tersebut selama bertahun-tahun hanya memberikan imbal hasil kepada investor terakreditasi.
Perdebatan soal akses investor ini juga telah tiba di Washington. Pada bulan Maret, SEC mengadakan diskusi meja bundar soal valuasi pasar privat, sebab meningkatnya minat investor ritel terhadap investasi alternatif jadi perhatian utama.
Armstrong memaparkan dua jalan ke depan di X. Opsi pertama ialah mengganti standar kekayaan dengan tes literasi finansial, sehingga siapa pun yang terbukti paham investasi bisa menjadi investor terakreditasi. Opsi kedua yaitu menghapus persyaratan sama sekali dan hanya mempertahankan aturan transparansi serta penindakan penipuan.
Senator Tim Scott telah mengajukan rancangan undang-undang agar SEC menyusun ujian kompetensi. DPR AS juga telah menyetujui langkah serupa pada tahun 2023. Dorongan Armstrong untuk Kongres pro-kripto menambah momentum politik, meskipun hingga saat ini belum ada aturan resmi dari SEC. Investor yang sudah mencari alternatif kini bisa menemukan bermacam platform token pra-IPO di pasar, namun masing-masing punya risiko regulasi tersendiri.
Mark Cuban membalas unggahan Armstrong dengan saran singkat. “Just sell em MemeCoins Brian,” tulis bintang Shark Tank itu. Cuban sendiri baru saja menjual sebagian besar bitcoinnya, dan juga pernah menyebut memecoin itu “sampah,” sehingga balasannya lebih terkesan sebagai sindiran daripada saran kebijakan. Komunitas kripto pun ramai membalasnya dan menuding Cuban hanya merasa pahit atas kerugiannya di dunia kripto.
Setiap perusahaan privat terkenal yang menunda IPO justru memperbesar urgensi diskusi ini. Seruan Armstrong memberi sinyal bahwa advokasi Coinbase di 2026 akan tetap menjadikan akses pasar privat sebagai prioritas utama dalam agenda regulasinya.
