India sebaiknya mendorong aktivitas Bitcoin miner di dalam negeri sebagai penyeimbang strategis terhadap emas, bukan hanya mengandalkan pembatasan impor, menuruIndia sebaiknya mendorong aktivitas Bitcoin miner di dalam negeri sebagai penyeimbang strategis terhadap emas, bukan hanya mengandalkan pembatasan impor, menuru

Kashif Raza: India Tidak Bisa Produksi Emas, Tapi Bisa Mining Bitcoin

2026/06/16 19:02
durasi baca 4 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di crypto.news@mexc.com

India sebaiknya mendorong aktivitas Bitcoin miner di dalam negeri sebagai penyeimbang strategis terhadap emas, bukan hanya mengandalkan pembatasan impor, menurut Kashif Raza, Founder Bitinning, platform edukasi aset kripto terkemuka di India. Ia menuturkan, negara itu tidak bisa memproduksi emas, namun bisa menghasilkan Bitcoin, sehingga pendapatan tetap berada di dalam ekonomi India.

Raza memasukkan aktivitas mining sebagai salah satu solusi yang bisa pemerintah gunakan untuk mempertahankan nilai tukar rupee yang mencatat rekor terendah. Ia menilai emas adalah kebutuhan budaya, bukan semata-mata investasi, sehingga bea masuk justru membebani rumah tangga, sedangkan alternatif yang dapat ditambang seperti Bitcoin bisa mendatangkan pemasukan dalam bentuk dolar.

Langganan channel YouTube kami untuk menonton wawancara para pemimpin dan jurnalis serta mendapatkan wawasan ahli

Salah Satu Solusi untuk Rupiah yang Melemah

Dalam wawancara dengan BeInCrypto, Raza menanggapi langkah pemerintah terbaru untuk mempertahankan nilai rupiah. Pada bulan Mei, Perdana Menteri Narendra Modi meminta rumah tangga untuk menghindari pembelian emas yang tidak penting selama setahun. Tak lama setelah itu, India menaikkan bea impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%.

Imbauan itu muncul setelah nilai tukar rupee anjlok tajam dan diperdagangkan mendekati 96,9 per dolar pada rekor terendah. Lonjakan harga minyak akibat konflik di Iran makin membebani tagihan impor India, karena harga minyak Brent melonjak hingga menembus US$100.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Saat ditanya apa yang bisa dilakukan India secara berbeda, Raza menyampaikan sejumlah saran. Termasuk di antaranya membuat pasar lebih transparan, meningkatkan literasi keuangan, menurunkan pajak keuntungan saham, hingga memperketat batas remitansi keluar negeri. Tapi, dorongan untuk mengembangkan aktivitas Bitcoin miner jadi usulan terunik darinya.

Mengapa Raza Ingin India Mendukung Bitcoin Mining

Inti argumennya terletak pada faktor suplai. Produksi emas dalam negeri India sangat terbatas, sekitar 1,5 ton per tahun saja. Sementara itu, impor emas mencapai sekitar 700–720 ton per tahun, dan India harus membayarnya dengan menggunakan dolar. Aliran keluar valuta asing inilah yang secara langsung menekan nilai tukar rupee.

Bitcoin bekerja dengan cara yang berbeda. “Bitcoin tidak perlu diimpor,” ujarnya Raza. Sebuah negara bisa memproduksi Bitcoin di dalam negeri, tanpa perlu pengiriman fisik maupun tagihan valuta asing.

Ia pun menggambarkan rantai nilai secara menyeluruh. India bisa menambang Bitcoin di dalam negeri, menyediakan pasokan ke exchange lokal, lalu menyalurkannya ke pembeli ritel. Pendapatan pun tetap berada di dalam negeri.

Jika produksinya berlebih, sisa hasil tambang bisa diekspor. Dengan skema seperti itu, Bitcoin justru mendatangkan devisa dalam bentuk dolar, berbanding terbalik dengan emas yang mengakibatkan arus devisa keluar negeri.

Aktivitas mining aset kripto sendiri diperbolehkan di India, karena belum ada aturan yang melarang atau mengkriminalisasi aktivitas ini. Walau begitu, India memberlakukan aturan pajak yang ketat untuk aset digital.

Keuntungan yang dihasilkan dari aset kripto, yang digolongkan sebagai Virtual Digital Assets (VDA), terkena pajak sebesar 30%. Selain itu, pemerintah juga mengenakan pajak 1% berupa Tax Deducted at Source (TDS) untuk mayoritas transaksi kripto, berdasarkan nilai total transaksi.

Poin Raza, seharusnya pemangku kebijakan tidak sekadar mentolerir industri ini, namun justru mendukungnya. Ia juga menilai Bitcoin adalah bentuk upgrade struktural dari emas.

Ia menyoroti kekurangan emas dari segi keterbagian, portabilitas, dan biaya penyimpanan. Bitcoin menyelesaikan semuanya, dan memiliki pasokan yang tetap, yang tidak dapat diperluas oleh pemerintah mana pun.

Pajak Budaya, Bukan Pajak Investasi

Raza mengkritisi kenaikan bea masuk, dan penjelasannya menjadi bagian penting dari argumen ini. Ia menyebut waktu penerapan kebijakan ini “sedikit mengkhawatirkan”, menurutnya Modi seharusnya membiarkan imbauan berjalan lebih dulu sebelum memberlakukan pajak tambahan.

Ia memaparkan bahwa emas merupakan kebutuhan budaya, bukan investasi yang bisa diperdagangkan dan ditukar dengan mudah oleh kebanyakan orang India. Emas sudah menjadi bagian penting dalam pernikahan dan perencanaan keluarga, ucapnya, bahkan keluarga sudah mulai menabung emas sejak kelahiran anak perempuan mereka untuk persiapan pernikahan.

Kurang lebih 40% kepemilikan emas di India terpusat di lima negara bagian selatan, papar dia, sehingga sangat sulit mengubah kebiasaan masyarakat hanya melalui aturan semata.

Kesenjangan literasi finansial pun memperburuk situasi. Raza memperkirakan bahwa 75% hingga 78% orang dewasa di India masih buta keuangan dan sulit untuk berpikir di luar emas. Menurutnya, kenaikan bea masuk secara instan membuat harga emas melambung dan terutama membebani keluarga biasa.

Inilah sebabnya mengapa ia percaya bahwa aset baru jauh lebih penting daripada pajak baru. Pengembangan industri Bitcoin miner domestik dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menabung tanpa bergantung pada barang impor yang mahal.

Kombo Piala Dunia: Target 200x

Kombo Piala Dunia: Target 200xKombo Piala Dunia: Target 200x

Gabungkan hingga 20 pertandingan dalam satu pesanan

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi crypto.news@mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Raih Bagian Anda dari 50K USDT

Raih Bagian Anda dari 50K USDTRaih Bagian Anda dari 50K USDT

Selesaikan tugas DEX+ untuk membuka Roda Juara