Model AI terbaru dari Anthropic, Claude Fable 5, memprediksi Spanyol akan mengalahkan Prancis di final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli. Model ini hanya memberi Spanyol peluang sukses sebesar 18%.
BeInCrypto melakukan beberapa simulasi dengan model ini untuk menguji kemampuan prediksinya, karena turnamen kali ini mulai dengan 48 tim untuk pertama kalinya. Fable 5 membangun prediksinya berdasarkan struktur turnamen, kedalaman skuad, dan hampir satu abad sejarah tuan rumah.
Argumen pertama model ini membahas struktur, bukan soal talenta. Turnamen yang diperluas ini memiliki 104 pertandingan dalam waktu 39 hari, berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Juara sekarang harus menang dalam 8 pertandingan, bukan 7.
Menurut Fable 5, tambahan satu babak knockout itu mengubah perhitungan. Lebih banyak pertandingan berarti kelelahan makin tinggi, rotasi makin sering, dan risiko tereliminasi karena satu performa buruk makin besar. Maka dari itu, model lebih mempertimbangkan kedalaman skuad dan konsistensi sistem daripada talenta individu terbaik.
Kondisi pertandingan menjadi pilar kedua. Stadion di Dallas, Houston, Miami, dan Monterrey menghadirkan panas musim panas yang ekstrem. Mexico City menambah tantangan dengan ketinggian, ditambah lagi jarak tempuh turnamen kali ini lebih jauh dari edisi sebelumnya.
Model ini menyebut 3 alasan mendukung Spanyol. Pertama, La Roja sudah membuktikan sistem mereka di tekanan maksimal saat Euro 2024. Mereka mengalahkan Kroasia, Italia, Jerman, Prancis, dan Inggris dalam satu turnamen dan memenangi semua pertandingan.
Kedua, kurva usia menguntungkan Spanyol. Lamine Yamal akan berusia 19 tahun saat turnamen, sementara Pedri dan Nico Williams berusia 23 tahun. Tim pesaing harus mengelola penurunan performa, karena Lionel Messi sudah 38 tahun, Cristiano Ronaldo 41 tahun, dan Harry Kane 32 tahun.
Ketiga, Spanyol tidak bergantung pada satu titik kegagalan. Prancis tanpa Kylian Mbappé menjadi tim yang berbeda. Performa Spanyol tetap kolektif, sehingga kehilangan satu penyerang pun tidak banyak berpengaruh.
Prancis tetap melaju ke final di bagan AI. Dua final berturut-turut memberikan Les Bleus rekor terbaik di sepak bola internasional saat ini.
namun, model ini memaparkan Didier Deschamps selalu menang dengan meminimalkan risiko, sehingga laga knockout berlangsung ketat dan sering diputuskan detail kecil. Lewat 8 pertandingan, Fable 5 menilai strategi tersebut pada akhirnya akan gagal saat melawan tim dengan dominasi penguasaan bola.
Model ini menempatkan Argentina dan Inggris di semifinal. Model ini menepis peluang juara bertahan karena tidak ada juara Piala Dunia yang berhasil mempertahankan gelar sejak Brasil tahun 1962. Skuad pemenang menua bersama, lawan sudah mempelajari permainan selama 4 tahun, dan waktu bermain Messi jadi masalah tersendiri selama jadwal 39 hari.
Inggris memiliki talenta elit, tapi ada masalah struktural. Thomas Tuchel menghadapi turnamen internasional pertamanya, dan pelatih yang baru pertama kali di turnamen biasanya gagal memenuhi kualitas skuadnya di atas kertas. AI melihat Inggris kalah di semifinal Euro 2024 dari Spanyol, sama seperti di turnamen yang sudah berjalan.
Brasil menjadi outsider paling berbahaya berkat rekam jejak knockout Carlo Ancelotti. Portugal menyusul jika Ronaldo rela menerima peran yang lebih kecil, sementara pencapaian Maroko ke semifinal tahun 2022 dinilai bukan kebetulan, melainkan sesuatu yang layak diulangi.
Kedalaman bangku cadangan Norwegia menjadi kekhawatiran model ini walaupun Erling Haaland punya kekuatan mencetak gol.
Untuk Golden Boot, Fable 5 memilih Mbappé dibanding Haaland. Batas maksimal Norwegia kemungkinan hanya 5 pertandingan sehingga Haaland sulit menambah gol, sementara Mbappé diprediksi bisa main 8 kali plus mengambil penalti.
Fable 5 bahkan membantah prediksi yang dibuatnya sendiri. Spanyol tersingkir di babak 16 besar pada tahun 2018 dan 2022, serta gagal di fase grup pada 2014. Tim favorit jauh lebih jarang menang Piala Dunia daripada yang dibayangkan para penggemar.
Sejarah justru jadi tantangan yang lebih berat. Dari 21 edisi sebelumnya, hanya Jerman pada 2014 yang menjadi juara Eropa saat bertanding di Amerika.
Semua turnamen lain yang digelar di sana dimenangkan oleh tim Amerika Selatan. Model ini secara sadar mengesampingkan pola itu, dengan alasan bahwa perjalanan dan kondisi fisik modern kini telah menghapus penalti geografis seperti dulu.
Seluruh tabel probabilitas model ini: Spanyol di 18%, Prancis 14%, Argentina 11%, Inggris 10%, Brasil 8%, serta Portugal 7%.
Wall Street juga sampai pada kesimpulan serupa pada hari Jumat. Goldman Sachs mempublikasikan probabilitas Piala Dunia dalam sebuah laporan yang dipimpin oleh Jan Hatzius, kepala ekonom sekaligus pimpinan Global Investment Research bank tersebut.
Model Goldman menempatkan Spanyol di urutan pertama dengan peluang 26%, diikuti Prancis 19% dan Argentina 14%. Bank ini mempertimbangkan performa historis, kemampuan mencetak gol, momentum, geografi, dan variabel lainnya.
Analisnya juga mengingatkan adanya “winner’s slump,” memberi peringatan bahwa Argentina bisa tampil kurang maksimal setelah mengangkat trofi tahun 2022 lalu.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terupdate secara langsung
Harga prediction market berbasis kripto memperlihatkan persaingan yang jauh lebih ketat. Di Polymarket, Spanyol memimpin dengan 17%, diikuti Prancis 16%, Portugal 11%, Inggris 10%, lalu Argentina dan Brasil masing-masing 9%.
Trader di Kalshi menunjukkan selisih yang lebih tipis. Spanyol diperdagangkan pada 17,7% di exchange teregulasi tersebut, sementara Prancis 17,1% dan terus naik. Inggris dan Portugal imbang di 10,8%, di depan Argentina 8,9% dan Brasil 8,5%.
Semua prediksi sepakat soal kandidat finalis namun berbeda dalam tingkat keyakinan. Model Goldman paling yakin pada Spanyol di 26%, sedangkan trader di kedua platform menghitung peluangnya setara dengan Prancis. Fable 5 di 18% hampir sama dengan harga pasar.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada Portugal, di mana trader menilai peluangnya 11% dibanding 7% dari AI. Tujuh laga knockout tersisa akan menentukan apakah model bank, penalaran AI, atau harga pasar berbasis crowd yang paling akurat membaca Piala Dunia kali ini.
Disclaimer: Prediksi dalam artikel ini dihasilkan oleh model AI Fable 5 milik Anthropic dan hanya mencerminkan estimasi probabilitas, bukan kepastian. Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran taruhan ataupun saran keuangan.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan analisis ahli


