Sebuah aksi dugaan pencucian uang mendorong sebagian hasil USDT senilai US$120,2 juta masuk ke Monero (XMR), sehingga harga aset kripto privasi ini naik 27%. Pembeli merahasiakan identitasnya, namun seluruh aktivitasnya terlihat jelas di setiap grafik harga.
Tether membekukan dana senilai US$72 juta hanya dalam satu hari. Tapi, pelajaran paling tajam justru terlihat di order book Monero, di mana ukuran transaksi sangat sulit disembunyikan.
Peneliti on-chain, ZachXBT, menelusuri arus dana dari sebuah alamat Tron yang menerima USDT senilai US$120,2 juta pada 11 Juni.
Lebih dari US$17,5 juta masuk ke alamat deposit KuCoin, dan US$8 juta mengalir ke instant exchange.
Skenario ini bukan pertama kali terjadi. Pada April 2025, sebuah pencurian senilai US$330 juta juga mendorong reli XMR saat si pelaku menukarkan bitcoin curian ke Monero.
Harga XMR berada di US$380 pada waktu publikasi, naik hampir 10% dalam 24 jam terakhir, setelah mencatatkan harga tertinggi dalam sehari di US$475.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Monero menempati peringkat ke-16 berdasarkan market cap sebesar US$7,1 miliar, namun order book-nya tetap tipis. Binance dan sejumlah exchange besar lain menghapus XMR dari listing pada 2024 akibat tekanan regulasi, sehingga makin sedikit tempat bagi transaksi besar untuk bersembunyi.
Total nilai transaksi XMR global hampir US$303 juta selama 24 jam terakhir. Dengan sedikitnya likuiditas itu, satu pembeli saja sudah mampu mengerek harga XMR dari US$330 ke US$420 dalam hitungan jam.
Gerakan ini justru merugikan pembeli. Setiap order berikutnya dibeli di harga yang lebih tinggi, sehingga order paling akhir bisa 27% lebih mahal dibandingkan order pertama. Tipisnya likuiditas menjadi seperti pajak tambahan dalam operasi ini.
Kenaikan harga ini juga jadi alarm publik. Trader langsung melihat pergerakannya meski belum tahu penyebabnya, dan jejak transaksi itu mudah terlacak, bahkan di luar komunitas analis blockchain.
Dinamika ini memberi batas atas. Jaringan privasi seperti Monero hanya sanggup menyerap volume ilegal dalam jumlah terbatas sebelum pasar sendiri yang membongkarnya.
Tether tetap bergerak cepat. Mereka mem-blacklist alamat terkait pada Jumat pagi, membekukan 72.030.295 USDT hanya 30 detik setelah terdeteksi.
Penerbit USDT juga pernah membekukan US$344 juta pada April bersama OFAC, dalam aksi yang dianggap pejabat AS terkait jaringan di Iran.
Namun kasus seperti ini biasanya menyasar dana-dana yang sudah diketahui dan pergerakannya lambat.
Sementara, entitas yang satu ini bergerak cepat, memindahkan hampir US$48 juta ke luar jangkauan hanya dalam satu hari, dengan membayar “biaya keluar” berupa premi likuiditas Monero.
US$72 juta yang dibekukan sepertinya tidak akan bisa dipindahkan lagi.
Sementara itu, bukti grafiknya bicara dua sisi. Koin privasi memang menawarkan jalan keluar dari kontrol penerbit, tapi justru kedalaman likuiditas, bukan daftar hitam, yang menentukan harga aksesnya.
