Penerbit stablecoin Tether akan memimpin putaran pendanaan hingga US$1,4 miliar untuk perusahaan Jerman NEURA Robotics. Kesepakatan ini menjadi salah satu investasi swasta terbesar di bidang robotika humanoid sampai saat ini.
Selain pendanaan, kemitraan ini juga membawa teknologi pembayaran dan AI milik Tether langsung ke dalam mesin NEURA. Dengan demikian, raksasa stablecoin ini kian dekat dengan visinya untuk membangun ekonomi mesin.
Tether telah mengonfirmasi investasi Seri C ini melalui pengumuman resmi. Selain itu, putaran ini juga melibatkan Nvidia, Amazon, Qualcomm, Bosch, Schaeffler, serta European Investment Bank.
Daftar investor ini memperlihatkan pergeseran yang lebih luas. Produsen chip, raksasa cloud, dan perusahaan industri Eropa semuanya ingin terlibat dalam perangkat keras humanoid. Selain itu, lembaga pembiayaan publik seperti EIB sekarang menganggap sektor ini sebagai prioritas strategis.
NEURA, yang berbasis di Metzingen, membuat humanoid, lengan robot presisi, robot mobile otonom, dan robot layanan. Menurut perusahaan, kesepakatan ini menjadi langkah menuju Physical AI serta otomatisasi industri generasi berikutnya.
Langkah ini juga memperluas rencana robotika bernilai miliaran dolar milik Tether yang sebelumnya sudah mencakup Blackrock Neurotech dan Generative Bionics. Sementara itu, penerbit stablecoin ini memang punya cadangan dana yang cukup. Tether membukukan laba US$1,04 miliar pada kuartal pertama 2026.
Kedua perusahaan menggambarkan kemitraan ini sebagai infrastruktur untuk ekonomi mesin. Dalam model ini, robot dapat beroperasi, bertransaksi, dan membuat keputusan dengan tingkat kemandirian yang jauh lebih tinggi dibandingkan sekarang.
Tether juga akan mengintegrasikan dua teknologi inti ke dalam ekosistem perangkat lunak NEURA, yaitu Neuraverse. Yang pertama, Wallet Development Kit open-source memungkinkan robot untuk membuat wallet self-custodial sendiri.
Dengan demikian, mesin dapat menerima pembayaran atas tugas yang sudah mereka selesaikan dan melakukan transaksi secara mandiri.
Kedua, Tether akan menerapkan runtime AI edge-first yang menjalankan model langsung di perangkat. Perusahaan ini telah menempatkan platform QVAC miliknya sebagai tulang punggung kecerdasan di perangkat.
Berbeda dengan sistem berbasis cloud, desain ini memungkinkan data dan keputusan tetap berada di robot itu sendiri. Jadi, mesin yang sudah dilengkapi wallet dapat bekerja di pabrik atau rumah tanpa perlu koneksi internet terus-menerus.
Tapi, waktu pelaksanaannya cukup menarik. Pasokan USDT sempat turun di awal tahun 2026 setelah miliaran token dibakar. Meski begitu, Tether tetap agresif membelanjakan dana untuk robotika, AI, dan infrastruktur.
Apakah robot benar-benar akan menjadi pengguna stablecoin dalam arti sebenarnya masih menjadi pertanyaan. Eksekusi akan menjadi penentu, sebab sejauh ini belum ada perusahaan robotika yang berhasil menghadirkan mesin berbekal wallet dalam skala besar. Meski begitu, beberapa bulan ke depan seharusnya akan menunjukkan seberapa cepat NEURA dapat menghadirkan perangkat keras yang bisa membayar operasionalnya sendiri.

