SpaceX sedang bersiap untuk melakukan IPO terbesar dalam sejarah pada 12 Juni 2026, dengan target penggalangan dana sekitar US$75 miliar dan valuasi hampir US$1,75 triliun. Banyak analis memperingatkan bahwa peristiwa ini bisa memberi tekanan pada Bitcoin dalam jangka pendek.
Berikut ini adalah 5 faktor utama yang bisa membuat listing SPCX menjadi hambatan jangka pendek untuk Bitcoin dan pasar aset kripto secara luas.
IPO adalah penawaran saham perdana dari perusahaan swasta yang memungkinkan mereka mendapat modal dengan menjual saham ke publik untuk pertama kalinya. SpaceX akan mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode SPCX, menargetkan sekitar US$75 miliar pada harga US$135 per saham.
Perusahaan mengungkapkan dalam dokumen S-1 bahwa mereka memiliki 18.712 BTC, dengan nilai sekitar US$1,29 miliar hingga US$1,63 miliar. Kepemilikan tersebut menempatkan SpaceX sebagai salah satu perusahaan publik pemilik Bitcoin terbesar di dunia dan memperkuat hubungan antara IPO ini dan pasar kripto.
Faktor yang paling penting adalah masalah likuiditas. SpaceX, bersama perusahaan go public raksasa lain seperti OpenAI dan Anthropic, bisa menyerap sekitar US$240 miliar hingga US$350 miliar pasokan ekuitas baru dalam beberapa bulan ke depan.
Bitcoin, sebagai aset berisiko dengan likuiditas paling tinggi, biasanya menjadi yang pertama merasakan rotasi ini. Beberapa analis dan Jim Cramer juga telah mengungkapkan secara publik bahwa likuiditas ditarik dari Bitcoin dan emas untuk mendapatkan eksposur terhadap SpaceX di portofolio investor besar di seluruh dunia.
IPO ini bahkan sudah kelebihan permintaan beberapa kali lipat. Permintaan sebesar ini menunjukkan minat nyata dari institusi, sekaligus menegaskan bahwa modal keluar dari sektor lain seperti kripto demi mengikuti listing ini.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
SpaceX menggabungkan tiga narasi kuat dalam satu saham. Mereka mengoperasikan Starship untuk peluncuran antariksa, Starlink untuk internet satelit global, dan proyek AI, termasuk akuisisi xAI yang baru-baru ini memperkuat visi Elon Musk.
Di pasar yang dipenuhi euforia AI, banyak investor kini lebih memilih saham pertumbuhan dengan kontrak pemerintah nyata dan aset fisik. Kerja sama dengan NASA dan infrastruktur luar angkasa yang nyata terasa lebih kuat dibanding aset digital dalam portofolio institusi.
Callum Thomas dari Top Down Charts memperlihatkan rotasi ini secara visual. Reli saham teknologi antariksa terjadi bersamaan dengan penurunan harga Bitcoin belakangan ini, menandakan modal Wall Street bergerak dari kripto ke saham teknologi luar angkasa dalam beberapa pekan terakhir.
SpaceX menyediakan sekitar 30% penawaran sahamnya untuk investor ritel. Alokasi yang tinggi ini menimbulkan FOMO hebat dan mendorong investor kecil untuk menjual aset kripto mereka agar bisa ikut membeli saham SPCX di hari perdana perdagangan.
Analis dari Block, Scholes, dan Wintermute menyebut dinamika ini sebagai “pajak” sementara. Tekanan ini sudah terlihat pada Bitcoin dan Ethereum, ketika aksi jual oleh ritel ikut memperparah penurunan likuiditas pasar aset kripto pekan ini.
Media sosial juga memperkuat tren ini. Unggahan dari Crypto Wendy O dan komentar viral di X terus mengulang narasi bahwa orang menjual Bitcoin supaya bisa ikut SpaceX, sehingga tekanan jual kripto semakin meluas secara global.
SpaceX menerapkan masa lock-up yang lebih fleksibel dari IPO pada umumnya. Hal ini memungkinkan saham beredar lebih cepat setelah IPO, sehingga bisa menambah pasokan dan menciptakan volatilitas tambahan di pasar saham secara luas.
Kondisi ini membuat perhatian investor tetap terfokus pada pasar saham tradisional. Saat SPCX menjadi sorotan, Bitcoin dan altcoin kehilangan perhatian, terutama di kalangan trader ritel yang biasanya mengikuti aset yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial pekan ini.
Debut yang sukses juga bisa memperkuat narasi yang kuat. Investor mungkin makin yakin bahwa masa depan adalah milik saham inovasi yang terdaftar daripada murni aset kripto, sehingga bisa terus menekan sentimen Bitcoin beberapa bulan ke depan.
Dana institusi yang sudah punya eksposur ke Tesla, dan secara tidak langsung ke Elon Musk, bisa jadi membatasi alokasi Bitcoin mereka sambil meningkatkan posisi di SPCX. Keputusan rebalancing portofolio akan menjadi hambatan nyata untuk eksposur aset kripto di berbagai dana investasi besar.
Musk sendiri tetap berpihak pada Bitcoin dalam berbagai komentar publiknya. Tapi, Musk yang makin kaya dan makin terdiversifikasi bisa saja mengurangi “halo effect” yang selama ini selalu menguntungkan Bitcoin setiap kali ia tampil di hadapan komunitas kripto.
Arthur Hayes baru-baru ini memperingatkan dalam sejumlah esai bahwa hype AI dan IPO besar-besaran sedang menguras likuiditas yang nantinya bisa kembali berputar ke Bitcoin. Tekanan jangka pendek memang nyata, namun pandangan jangka menengahnya tetap netral hingga bullish.
Pendapat bullish juga sama pentingnya. SpaceX belum mengumumkan rencana untuk menjual 18.712 BTC miliknya, dan semua pemegang saham SPCX mendapat eksposur tidak langsung pada Bitcoin lewat kas perusahaan. Secara historis, IPO besar menciptakan kekayaan baru yang akhirnya mengalir juga ke aset berisiko lain, termasuk aset kripto.
Hari-hari sekitar 12 Juni akan sangat krusial. Pembukaan SPCX yang kuat bisa memperbesar tekanan jual pada Bitcoin, sedangkan debut yang kurang mulus bisa dengan cepat melepaskan tekanan di seluruh pasar kripto.
Investor sebaiknya bersiap menghadapi volatilitas besar pekan ini tanpa melupakan perspektif jangka panjang, sebab Bitcoin selalu membuktikan ketahanan menghadapi guncangan likuiditas serupa di berbagai siklus pasar sebelumnya.

