CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mendukung klaim pendiri Flare, Hugo Philion, bahwa industri aset kripto sekarang justru meniru visi institusional yang dulu diejek dengan sebutan banker coin.
Hal ini mencuat setelah Mastercard menunjuk Ripple sebagai salah satu dari lebih dari 30 mitra dalam layanan Agent Pay for Machines yang baru, sehingga memicu perayaan di komunitas XRP.
Philion dalam sebuah postingan yang banyak dibagikan, menyampaikan bahwa Ripple dan XRP dulu sering diejek di masa-masa awal. Para skeptis menyebut token ini sebagai banker coin terpusat yang dibuat untuk keuangan tradisional.
Menurut pendiri Flare, proyek ini sebenarnya hanya datang terlalu awal. Kini sebagian besar industri aset kripto malah membangun hubungan institusional seperti yang dulu pernah dihina. Garlinghouse menguatkan pernyataan tersebut di X pada 10 Juni, sekaligus mendukung penilaian tersebut.
Para holder menganggap momen ini sebagai validasi. Banyak yang teringat meme viral CEO di tahun 2024, yaitu seekor simpanse yang memegang papan bertuliskan “Tertawalah sekarang, tapi suatu hari nanti XRP akan menggerakkan dunia.”
Meski begitu, validasi tersebut belum terlihat pada grafik. XRP (XRP) saat ini berada di sekitar US$1,11, turun sekitar 6% dalam satu minggu terakhir, kendati aktivitas jaringan menunjukkan pemakaian yang makin tumbuh.
Walaupun mengalami koreksi, token ini tetap memiliki kapitalisasi pasar hampir US$69 miliar. Hal ini membuat XRP tetap berada di urutan keenam dari seluruh aset kripto.
Kemunculan kabar ini semakin memperkuat argumen Philion. Pada 10 Juni, Mastercard merilis Agent Pay for Machines, layanan pembayaran yang berjalan secepat mesin antara AI agent dengan sistem permissioned. Penyelesaiannya bisa lewat kartu, rekening, hingga stablecoin.
Layanan ini melakukan verifikasi pada setiap agent, memasang batas pengeluaran secara terprogram, dan menangani transaksi dalam jumlah sangat kecil. Chief Product Officer Mastercard, Jorn Lambert, menyampaikan pembayaran antar mesin bisa dilakukan dengan volume jauh lebih besar dan nilai jauh lebih kecil dibanding sistem saat ini.
Ripple menjadi bagian dari grup mitra awal bersama Coinbase, Stripe, serta Solana Foundation.
Pembayaran dari AI agent otonom kini sudah berlangsung secara native di XRP Ledger (XRPL) menggunakan XRP dan Ripple USD (RLUSD). Di sisi lain, para analis memperkirakan volume pembayaran stablecoin akan naik tajam dalam satu dekade ke depan, dan Mastercard terus menambah tim kriptonya.
Apakah label banker coin jadi keunggulan jangka panjang, kini tergantung pada implementasi di lapangan. Data settlement berbasis agent di beberapa kuartal ke depan akan memperlihatkan sejauh mana visi yang kini banyak ditiru ini benar-benar berubah jadi volume nyata XRPL.


