SpaceX tercatat di Nasdaq pada hari Kamis, 11 Juni, di harga US$135 per saham, menjadi IPO terbesar dalam sejarah. Elon Musk tidak bisa menjual satu saham pun selama satu tahun, namun investor pilihan timnya yang diundang langsung ke penawaran ini bisa langsung menjual saham mereka.
SpaceX menyisihkan 5 persen dari penawaran untuk program saham langsung (DSP), dengan peserta yang dipilih “atas kebijakan para eksekutif,” dan mereka sama sekali tidak terkena aturan lockup apa pun.
Biasanya, IPO standard memberlakukan lockup selama 180 hari bagi semua pihak internal perusahaan. Namun, struktur SpaceX justru sebaliknya untuk kelompok tertentu. Australian Financial Review melaporkan bahwa sebuah hedge fund tertentu sudah bersiap untuk menjual saham SpaceX miliknya secepat mungkin.
Investor awal yang tidak mendapatkan alokasi DSP harus menghadapi pelepasannya dilakukan secara bertahap, dimulai dari 20% setelah laporan keuangan pertama, lalu disusul 7% lagi di hari ke-70, ke-90, ke-105, ke-120, dan ke-135. Peserta DSP tidak menghadapi aturan ini.
Seperti yang BeInCrypto ungkap dalam analisisnya terkait perlombaan IPO SpaceX-Anthropic, konsentrasi kepemilikan investor awal serta struktur penawaran yang tidak biasa sudah menjadi salah satu risiko yang membuat IPO ini berbeda dari segala yang pernah terjadi di Wall Street sebelumnya.
Chad Anderson, pendiri Space Capital sekaligus investor awal SpaceX, menyatakan dengan gamblang: “Kami sudah berinvestasi hampir sepuluh tahun, pekerjaan kami adalah mengembalikan modal kepada investor.” Kalimat ini juga menjadi pernyataan langsung bahwa ia berniat untuk menjual.
Tranche DSP sebesar 5 persen ini juga menambah tekanan jual yang bakal dihadapi pembeli ritel di Robinhood, Fidelity, dan Schwab sejak bel pembukaan pasar.
Analis Morningstar menyebut nilai wajar SpaceX hanya sekitar setengah dari harga IPO-nya, dan mereka menyarankan investor untuk menunggu hype-nya reda dulu sebelum masuk.
Bukan hanya itu, pekan yang sama dengan digelarnya IPO terbesar di dunia juga menjadi saat rilis data CPI dan pasar yang selama sebulan terakhir memasukkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed ke dalam harga aset-asetnya.
Pendiri tidak bisa menjual saham. Tapi investor pilihannya bisa. Hari Kamis akan membuktikan pihak mana yang akhirnya menentukan harga di pasar.

