Saham Intel (INTC) meroket 12,06% selama sesi perdagangan hari Rabu, ditutup pada $94,75 setelah sempat menyentuh rekor puncak intraday sebesar $94,95. Reli yang mengesankan ini hadir seiring hasil kuartalan yang kuat dan komentar antusias dari Jim Cramer CNBC dalam siaran Mad Money-nya.
Intel Corporation, INTC
Raksasa semikonduktor ini membukukan pendapatan kuartal pertama 2026 sebesar $13,6 miliar, mewakili kenaikan 7% dari $12,7 miliar yang tercatat pada periode yang sama di tahun 2025. Cramer menggambarkan kinerja ini sebagai pencapaian pendapatan paling signifikan Intel dalam lebih dari lima tahun, disertai dengan ekspansi margin.
Saham Intel sebelumnya telah meroket 23,6% pada 24 April ketika laporan keuangan pertama kali dirilis, menetapkan rekor tertinggi sebelumnya. Sesi perdagangan hari Rabu menambahkan kenaikan 12% lagi.
Pencapaian pendapatan ini bersumber dari permintaan yang kuat terhadap unit pemrosesan sentral, didorong oleh apa yang Cramer sebut sebagai "fase berikutnya dari revolusi AI." CFO Intel David Zinsner menekankan bahwa meningkatnya permintaan CPU memungkinkan kekuatan penetapan harga yang lebih baik, yang secara langsung berkontribusi pada pencapaian margin.
Cramer juga menekankan bahwa generasi terbaru prosesor server Intel sedang mengalami kurva adopsi paling agresif yang pernah disaksikan perusahaan dalam lima tahun terakhir.
Untuk kuartal kedua 2026, panduan pendapatan Intel memperkirakan kisaran $13,8 miliar hingga $14,8 miliar. Outlook ini mengindikasikan pertumbuhan antara 7% dan 14,7% dibandingkan $12,9 miliar yang dihasilkan pada Q2 2025. Kuartal kedua tahun sebelumnya menunjukkan kinerja datar dibandingkan Q2 2024, membuat perkiraan saat ini semakin patut diperhatikan.
Membahas lanskap semikonduktor yang lebih luas, Cramer menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan yang berfokus pada CPU — khususnya Intel dan AMD — akan memberikan hasil yang solid untuk sisa tahun 2026.
AMD naik 4,30% selama sesi tersebut, sementara Arm Holdings turun 1,53%. Cramer mengamati bahwa saham-saham yang dianggap sebagai "peniru" Intel mengalami penurunan lebih tajam selama perdagangan, meskipun ia menyebut hal ini sebagai potensi titik masuk bagi para investor.
Konferensi call laporan keuangan kuartal pertama 2026 Intel menegaskan bahwa peluncuran prosesor server mewakili adopsi produk tercepat yang pernah dialami produsen chip ini dalam lima tahun terakhir.
The post Intel (INTC) Stock Soars 12% Following Cramer's Bold AI Revolution Prediction appeared first on Blockonomi.

