Dominasi Bitcoin (BTC) berhasil breakout menembus level 60% minggu ini, mengakhiri fase akumulasi selama delapan bulan dan kini menargetkan level puncak siklus 66% dari bulan Juni 2025. Breakout ini menandakan arus modal kembali mengalir ke Bitcoin dan menjauh dari altcoin.
Indikator momentum pada timeframe mingguan dan harian sama-sama mengonfirmasi pergerakan ini, sedangkan Altcoin Season Index berada di angka 37. Gabungan sinyal-sinyal ini menunjukkan altcoin season nampaknya tidak akan datang sebelum akhir 2026.
Chart mingguan Dominasi Bitcoin ditutup di 60,66%, berhasil keluar dari kotak akumulasi hijau yang selama ini menahan harga antara Agustus 2025 hingga April 2026. Rentang tersebut terjadi setelah puncak Juni 2025 di 66,06%, saat BTC.D ditolak dari channel naik multi-tahunan.
Sebelum fase akumulasi, Dominasi Bitcoin tetap mengikuti channel naik beserta garis tengahnya selama lebih dari dua tahun. Struktur dasarnya tetap bullish, dan breakout terbaru di atas level Fibonacci 0,236 di 59,63% kembali membuka peluang menuju level 0 Fib di 66,06%.
Pada timeframe harian, Dominasi Bitcoin mencatatkan breakout bersih pertamanya dari rentang 58% hingga 60% yang bertahan hampir delapan bulan. Saat ini harga sedang menguji kotak resistance di sekitar 61%, dengan RSI masuk ke area overbought untuk pertama kalinya sejak Oktober 2025. MACD juga telah berubah hijau, dengan histogram yang terus naik mengonfirmasi momentum.
Penutupan di atas 61% akan membuka jalan terakhir sebelum menuju target 66,06%. Pergerakan ini bisa menambah 5 poin persentase lagi terhadap Dominasi Bitcoin dan menguras kapitalisasi altcoin. Analisis BeInCrypto sebelumnya sudah menandai level ini sebagai batas penting di siklus ini.
Analis populer Crypto Kaleo membagikan chart jangka panjang ETH/BTC yang menunjukkan pasangan ini sedang menekan garis tren turun yang selalu membatasi reli sejak 2017. Angka terbaru di 0,02980 sedikit di atas trendline, dan Kaleo memprediksi langkah kenaikan lebih lanjut menuju zona hijau 0,055 dan bisa lebih tinggi lagi.
Cara pandangnya sendiri memuat catatan yang melemahkan argumen bullish. Secara historis, altcoin memang perlu Bitcoin mencetak harga baru sebelum terjadi rotasi, sedangkan BTC masih jauh di bawah puncak siklusnya dan beberapa trader memperkirakan penurunan lebih lanjut hingga akhir 2026. Tanpa kenaikan baru dari Bitcoin, area dasar ETH/BTC akan tetap stagnan.
Ben Cowen juga memaparkan pandangan serupa dalam analisis BeInCrypto terbaru, menyampaikan bahwa tahun 2026 mencerminkan pola akhir siklus di tahun 2019 di mana altcoin perlahan-lahan kehilangan nilai terhadap Bitcoin.
Saat ini, Altcoin Season Index menunjukkan angka 37 yang jelas berada di wilayah Bitcoin Season. Altseason baru terjadi jika nilainya mencapai 75 atau lebih, dan saat ini nilainya hanya sekitar setengah dari standar tersebut. Angka ini menegaskan apa yang terlihat pada Dominasi Bitcoin, yaitu altcoin gagal mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir.
Chart historis indeks ini sejak Juli 2022 menggambarkan situasi yang bahkan lebih jelas. Altseason yang berkelanjutan sangat langka dan biasanya hanya berupa lonjakan singkat di atas angka 75, sedangkan secara keseluruhan kondisi dasarnya cenderung netral atau condong ke arah Bitcoin dalam empat tahun terakhir.
Pola struktural itu mirip dengan situasi saat ini. Dengan Bitcoin Dominance yang sedang breakout, ETH/BTC tertahan di garis tren menurun, serta Altcoin Season Index berada di dekat level terendah beberapa bulan terakhir, kemungkinan terjadinya altcoin season secara luas sebelum akhir 2026 nampaknya kecil. Penurunan harga Bitcoin hingga akhir 2026, yang saat ini juga diharapkan oleh beberapa analis, bakal menambah beban bagi para holder altcoin karena mereka akan mengalami kerugian baik terhadap BTC maupun terhadap dolar AS.
Analisis ini akan batal kalau Bitcoin Dominance gagal menembus kotak resistance 61% dan justru menutup weekly di bawah 59,63%, yang bisa membuka peluang rotasi altcoin di akhir tahun.


