Pada saat yang sama, SoftBank Group turun lebih dari 12% sehingga memicu aksi jual besar-besaran di Asia setelah Apple dan Microsoft menaikkan harga produk, mengonfirmasi bahwa biaya chip AI yang melambung sudah mulai memaksa raksasa teknologi bertindak.
KOSPI Korea Selatan menunjukkan dampak pasar Barat yang sedang tidak stabil. Penutupan pada 25 Juni di level 8.930,31, namun langsung turun di awal perdagangan Jumat ke sekitar 8.600.
Apple menaikkan harga MacBook dan iPad hingga US$300 pada 25 Juni, dengan alasan terjadi lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” akibat permintaan data center AI. Saham Apple ditutup turun lebih dari 6%.
Microsoft menyusul beberapa jam kemudian dengan mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox sebesar US$100 hingga US$150 per tipe, berlaku mulai 1 Agustus. Saham Microsoft turun 3,5%. Dua pengumuman beruntun dari dua perusahaan teknologi paling berharga di dunia ini membuktikan ketakutan investor: kelangkaan chip AI sudah tak lagi sekadar masalah industri, tapi juga mulai berdampak langsung ke harga untuk konsumen.
Konfirmasi tersebut mengguncang pasar Asia pada hari Jumat. Saham SK Hynix dan Samsung Korea Selatan turun lebih dari 4%. SK Square, perusahaan teknologi dengan eksposur besar di semikonduktor, melemah sekitar 7%. Produsen peralatan chip Jepang, Advantest, juga jatuh lebih dari 6%, sedangkan Tokyo Electron turun lebih dari 2%.
SoftBank menghadapi tekanan tambahan selain aksi jual di kawasan itu. Anak usaha desain chip milik SoftBank, Arm Holdings, turun 3,2% semalam, bahkan saat saham AI lainnya mulai pulih.
Analis dari Ortus Advisors menyoroti bahwa antusiasme investor terhadap SoftBank juga mungkin terbatas karena muncul laporan bahwa OpenAI bisa menunda IPO hingga 2027, seiring perusahaan itu kesulitan menarik minat di valuasi US$1 triliun. SoftBank sendiri merupakan salah satu pendukung utama OpenAI.
Matt Maley, seorang ahli strategi di Miller Tabak, menjelaskan kekhawatiran yang terjadi secara lebih jelas.
Kinerja Micron yang melampaui prediksi serta kesepakatan chip data center AI Qualcomm dengan Meta memberi sedikit kelegaan. namun, taruhan besar SoftBank pada infrastruktur AI membuatnya sangat rentan jika terjadi penyesuaian ulang harga di sektor ini secara berkepanjangan.


