Grayscale Research menilai Bitcoin berpotensi reli jika Federal Reserve tidak melanjutkan kenaikan suku bunga pada 2026. Pandangan ini muncul setelah BTC tertinggal dari performa saham AS sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari.
Menurut Grayscale, sejak konflik AS-Israel-Iran pecah pada 28 Februari 2026, saham AS naik sekitar 9%. Kenaikan ini banyak didorong oleh belanja besar di sektor artificial intelligence.
Sebaliknya, Bitcoin justru turun sekitar 1% dalam periode yang sama. Emas, yang biasanya dianggap sebagai aset safe haven, bahkan turun lebih tajam sekitar 20%.
Salah satu faktor utama yang menekan Bitcoin adalah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Grayscale mencatat ekspektasi suku bunga The Fed satu tahun ke depan naik sekitar 60 basis poin. Hal ini menunjukkan pasar mulai memperkirakan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Kondisi tersebut memberi tekanan pada aset non-yielding seperti Bitcoin dan emas karena opportunity cost untuk memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih tinggi.
Tekanan terhadap Bitcoin semakin besar karena hampir setengah pejabat Federal Reserve kini mendukung potensi kenaikan suku bunga pada 2026.
Dukungan tersebut muncul di tengah tekanan inflasi yang masih bertahan, terutama karena kenaikan biaya energi akibat ketegangan di Timur Tengah.
Dengan suku bunga kebijakan berada di kisaran 3,50%–3,75%, sinyal hawkish dari The Fed membuat real yields meningkat dan mendorong investor lebih hati-hati terhadap aset berisiko.
Baca juga: Data PCE AS Jadi Fokus, Pasar Kripto Dibayangi Sentimen The Fed
Tekanan makro tidak hanya datang dari Amerika Serikat. European Central Bank juga menaikkan deposit rate sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%.
Kenaikan ini menjadi hike pertama ECB dalam hampir tiga tahun.
Tren pengetatan global tersebut memperkuat risk-off sentiment dan menunjukkan bahwa pasar crypto masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.
Meski performanya melemah, Grayscale tetap memandang Bitcoin sebagai aset hybrid.
Di satu sisi, Bitcoin memiliki karakter seperti emas karena kelangkaan dan narasi store of value. Di sisi lain, BTC juga memiliki exposure terhadap pertumbuhan teknologi, blockchain, ETF, dan adopsi institusional.
Kombinasi ini membuat Grayscale tetap melihat Bitcoin sebagai aset diversifikasi jangka panjang, terutama jika kondisi likuiditas kembali membaik.
Menurut Grayscale, Bitcoin bisa mengejar ketertinggalannya dari saham AS jika The Fed menahan diri dari kenaikan suku bunga tambahan.
Jika kekhawatiran rate hike mereda, tekanan valuasi terhadap BTC dapat berkurang.
Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpotensi mendapat dorongan dari kombinasi faktor seperti kelangkaan pasca-halving 2024, adopsi ETF, dan alokasi corporate treasury.
Pada saat laporan ini ditulis, BTC diperdagangkan di sekitar US$62.029,89 dan turun 4,61% dalam 24 jam.
Harga saat ini berada dekat area support penting di kisaran US$60.000 hingga US$62.500.
Area ini menjadi zona yang dipantau analis untuk melihat apakah Bitcoin sedang membentuk base sebelum mencoba rebound.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tim Research Tokocrypto menganalisa, jika Bitcoin mampu bertahan di atas support dan kondisi makro mulai membaik, peluang catch-up rally terhadap saham AS masih terbuka.
“Catch-up rally berarti BTC mencoba mengejar performa aset lain yang sudah lebih dulu naik, terutama jika investor kembali mengambil risiko,” ujarnya.
Namun, skenario ini sangat bergantung pada keputusan The Fed, arah inflasi, dan apakah pasar mulai melihat peluang suku bunga tetap stabil.
Skenario bearish tetap ada jika The Fed kembali memberi sinyal kenaikan suku bunga.
Jika ekspektasi rate hike terus naik, real yields dapat tetap tinggi dan menekan aset non-yielding seperti Bitcoin.
Dalam kondisi tersebut, BTC berisiko gagal mempertahankan support US$60.000–US$62.500 dan kembali menghadapi tekanan jual.
Baca juga: Rahasia SpaceX yang Baru IPO: Punya 18.712 Bitcoin, Lebih Banyak dari Tesla!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Grayscale: Bitcoin Bisa Reli Jika The Fed Tidak Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga appeared first on Tokocrypto News.

