Strategy kembali menambah cadangan Bitcoin miliknya. Michael Saylor mengumumkan bahwa perusahaan telah membeli 1.587 BTC senilai sekitar US$100 juta.
Pembelian terbaru ini dilakukan dengan harga rata-rata US$63.024 per BTC. Dengan akumulasi tersebut, total kepemilikan Bitcoin Strategy naik menjadi 846.842 BTC.
Pengumuman ini langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham MSTR naik sekitar 7% dalam sesi pre-market setelah kabar pembelian Bitcoin tersebut dirilis.
Dikutip Coingape, aksi beli terbaru ini menjadi pembelian Bitcoin kedua Strategy dalam dua pekan berturut-turut.
Pekan sebelumnya, perusahaan juga telah membeli Bitcoin senilai hampir US$101 juta. Dengan demikian, Strategy kembali menunjukkan bahwa strategi akumulasi BTC masih berlanjut meskipun pasar sempat mempertanyakan arah treasury perusahaan.
Sebelum pengumuman resmi, Michael Saylor juga sempat memberi sinyal melalui unggahan di X bahwa perusahaan masih “adding dots”, merujuk pada grafik Orange Dots yang menampilkan riwayat pembelian Bitcoin Strategy.
Baca Juga: Mengapa Strategy Menjual 32 BTC? Michael Saylor Beri Penjelasan di BTC Prague
Selain membeli Bitcoin, Strategy juga meningkatkan cadangan kas dalam dolar AS sebesar US$100 juta menjadi US$1,1 miliar.
Berdasarkan filing 8-K, peningkatan cadangan ini memberi sinyal bahwa perusahaan sedang memperkuat likuiditas untuk memenuhi kewajiban dividen terkait STRC preferred stock.
STRC kini akan membayar dividen secara semi-bulanan. Karena itu, cadangan USD yang lebih besar dapat membantu Strategy menjaga pembayaran dividen tetap tepat waktu tanpa terlalu bergantung pada penjualan aset crypto.
Saham MSTR melonjak 6,48% ke sekitar US$132 dalam sesi pre-market setelah pembelian Bitcoin terbaru diumumkan.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa sebagian investor masih melihat akumulasi BTC sebagai katalis positif bagi saham Strategy.
MSTR selama ini sering diperdagangkan sebagai proxy Bitcoin. Karena itu, setiap pembelian BTC baru dari Strategy biasanya dapat memperkuat sentimen terhadap saham perusahaan, terutama ketika harga Bitcoin sedang pulih.
Meski pasar merespons positif pembelian Bitcoin, investor juga memperhatikan sisi lain dari filing perusahaan.
Strategy melaporkan telah menjual 1.732.553 saham MSTR dengan nilai lebih dari US$209 juta. Dana hasil penjualan saham tersebut kemungkinan digunakan untuk dua tujuan: membeli Bitcoin dan menambah cadangan USD.
Langkah ini memicu perhatian karena sebagian investor khawatir terhadap potensi dilution bagi pemegang saham MSTR.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.
Sebelumnya, Strategy sempat mendapat kritik karena menjual saham MSTR untuk membiayai pembelian Bitcoin.
Michael Saylor membantah narasi bahwa langkah tersebut merugikan pemegang saham melalui dilution yang tidak sehat. Menurutnya, strategi perusahaan tetap berfokus pada peningkatan eksposur Bitcoin dalam jangka panjang.
Namun, pasar tetap akan memantau apakah penerbitan atau penjualan saham baru dapat terus mendukung akumulasi BTC tanpa menekan valuasi MSTR secara berlebihan.
Strategy juga sempat mendapat sorotan beberapa minggu lalu setelah menjual 32 BTC.
Penjualan tersebut menjadi sensitif karena perusahaan dikenal dengan narasi akumulasi Bitcoin jangka panjang. Meski jumlahnya sangat kecil dibanding total kepemilikan, transaksi itu menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi strategi perusahaan.
Dengan pembelian baru senilai US$100 juta, Strategy tampaknya berupaya menegaskan kembali bahwa posisi utamanya masih bullish terhadap Bitcoin.
Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah terbaru Strategy menunjukkan pendekatan ganda. Di satu sisi, perusahaan tetap menambah Bitcoin sebagai aset treasury utama.
“Di sisi lain, Strategy juga memperkuat cadangan USD untuk memenuhi kewajiban dividen preferred stock,” ungkapnya.
Kombinasi ini penting karena perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara agresivitas akumulasi BTC dan stabilitas struktur modalnya.
Bagi investor MSTR, pembelian Bitcoin baru dapat menjadi sinyal positif karena memperbesar eksposur perusahaan terhadap BTC.
Namun, penjualan saham senilai US$209 juta juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Jika akumulasi Bitcoin terus dibiayai melalui penjualan saham, pasar akan menilai apakah peningkatan BTC per share cukup untuk mengimbangi risiko dilution.
Dengan kata lain, sentimen MSTR akan bergantung pada bagaimana investor menilai keseimbangan antara akumulasi Bitcoin, cadangan kas, dan struktur modal perusahaan.
Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Strategy Beli Bitcoin Lagi Senilai US$100 Juta, Saham MSTR Naik 7% appeared first on Tokocrypto News.

