Meta telah menyelesaikan pemisahan operasional dari Manus, memutus startup AI agentic tersebut dari sistem mereka dan menghentikan semua berbagi data, seiring kedua perusahaan berupaya membatalkan kesepakatan senilai US$2 miliar yang diperintahkan Beijing untuk dibatalkan. Langkah ini mengakhiri strategi yang selama ini diam-diam diandalkan oleh founder AI asal Cina: pindah ke Singapura, kumpulkan modal dari Barat, dan menyebutnya sebagai pemisahan yang bersih.
Pekan lalu, Meta melarang staf Manus mengakses sistem data internal mereka dan menyuruh karyawan Meta sendiri untuk berhenti menggunakan alat dari Manus dalam proyek internal. Pemisahan ini dilakukan setelah perintah Beijing pada April lalu untuk membatalkan akuisisi tersebut, yang menurut firma hukum Zhonglun merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mekanisme peninjauan keamanan investasi asing Cina.
Startup yang dibangun oleh perusahaan induk Butterfly Effect ini memindahkan kantor pusat dan tim intinya ke Singapura pada pertengahan 2025. Setelah itu, Meta mengumumkan akuisisi senilai US$2 miliar pada bulan Desember. Logikanya adalah untuk menjauhkan perusahaan dari Cina, dan berharap pengaruh Beijing berhenti di perbatasan.
Han juga menambahkan bahwa Washington mendapat pelajaran penting, karena dengan menyorot struktur kepemilikan bisa sama efektifnya dengan larangan apapun.
Beijing menerbitkan aturan baru investasi luar negeri awal bulan ini yang akan berlaku pada 1 Juli. Kerangka baru ini memperluas jangkauan Beijing ke berbagai pasar, termasuk Taiwan, serta memberikan kewenangan untuk menghukum perusahaan asing dari negara yang membatasi investasi dari Cina.
Arahan baru ini memang menargetkan kesepakatan seperti Manus, “sebuah langkah besar yang menunjukkan bahwa perusahaan AI Cina papan atas seolah berbalik menjauh dari pasar domestik, dan ini contoh yang tidak ingin ditiru oleh Beijing,” ucap Tilly Zhang, analis kebijakan industri di Gavekal Dragonomics.
Menurut laporan bulan Mei, para co-founder Manus sedang dalam tahap awal diskusi untuk mengumpulkan sekitar US$1 miliar dari investor luar guna membeli kembali perusahaan dari Meta, yang mungkin akan membawa perusahaan ke struktur joint venture Cina dan mencatatkan saham di Hong Kong. AI firm asal Cina, termasuk MiniMax dan Zhipu, tahun ini sudah sukses listing di Hong Kong di tengah tren debut AI yang meningkat di kota tersebut.
Hendrichs memberikan peringatan yang kini semakin kuat untuk perusahaan teknologi AS yang ingin mengincar aset AI Cina. Jalan pelarian lewat Singapura sudah tertutup.
