Kelompok hacker yang berafiliasi dengan Iran bernama Handala mengklaim telah membobol drone pengawasan FBI dan mengancam Piala Dunia 2026, terang SITE Intelligence Group.
Peringatan ini muncul beberapa hari setelah turnamen dimulai, yang sudah dijaga oleh pengamanan ketat dari pemerintah federal. Mereka juga menyebutkan bus tim sebagai kemungkinan target.
Handala memperkenalkan diri sebagai komunitas hacktivist pro-Palestina. Tapi, pejabat AS dan peneliti Barat menilai kelompok ini sebagai tampilan depan intelijen Iran.
Kelompok ini menargetkan entitas yang berhubungan dengan Israel dan beberapa negara lain sejak Desember 2023. Aksinya makin aktif setelah serangan AS-Israel ke Teheran pada bulan Februari.
Pada Maret lalu, Handala mengaku berhasil meretas email Direktur FBI Kash Patel. Mereka kemudian mengunggah foto-foto pribadi serta sejumlah data lain.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Handala dalam pernyataannya yang dikutip oleh SITE Intelligence Group menyebut sudah “berbulan-bulan” punya akses ke rekaman dari drone first-person view (FPV) yang digunakan FBI.
Drone tersebut menjalankan pengenalan wajah dan pemeriksaan plat nomor untuk kontra-terorisme. Handala pun mengeluarkan peringatan langsung.
namun, SITE meragukan bukti dari kelompok ini. Mereka menemukan salah satu video peretasan yang diklaim ternyata berasal dari promosi perusahaan perangkat lunak bulan Desember 2024.
Departemen Luar Negeri AS menawarkan imbalan hingga US$10.000.000 untuk informasi yang dapat mengidentifikasi anggota Handala. Besarnya hadiah ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Washington menanggapi kelompok ini.
Turnamen FIFA World Cup akan berlangsung hingga 19 Juli di 16 kota berbeda. Apakah ancaman ini nyata atau tidak, tetap membuat pengamanan semakin ketat pada acara yang ditonton miliaran orang.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli
