US Securities and Exchange Commission (SEC) telah mengusulkan untuk mencabut Aturan 611 dan 610(e) dari Regulation NMS, yaitu aturan trade-through yang telah membentuk struktur pasar saham AS sejak tahun 2005.
Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, menyebut aturan tersebut sebagai “salah satu hambatan struktural terbesar” bagi trading ekuitas AS yang ditokenisasi di ranah decentralized finance (DeFi).
Aturan 611, yang biasa dikenal sebagai Order Protection Rule, merupakan bagian dari kerangka Regulation NMS milik US Securities and Exchange Commission (SEC).
Aturan ini mewajibkan tempat trading, seperti stock exchange dan broker-dealer, untuk mencegah terjadinya “trade-through”, yaitu kondisi di mana suatu order dieksekusi pada harga yang lebih buruk padahal ada harga yang lebih baik di exchange lain.
Thorn menerangkan bahwa dalam praktiknya, setiap transaksi di saham pada national market system (NMS) harus mengacu pada national best bid and offer (NBBO).
SEC juga mengusulkan pencabutan Aturan 610(e), yang berkaitan dengan penguncian dan persilangan penawaran harga di pasar ekuitas AS. Akan ada periode komentar publik selama 60 hari setelah publikasi di Federal Register.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Thorn menyatakan bahwa langkah ini merupakan “salah satu terobosan terbesar sejauh ini bagi tokenized stock.” Ia menjelaskan bahwa automated market maker (AMM) memang secara desain tidak bisa mengikuti aturan-aturan ini. Pool mengeksekusi order menggunakan bonding curve berdasarkan harga likuiditas yang ada, dengan slippage, dan pada kecepatan waktu blok.
Tanpa Aturan 611, kewajiban best execution level broker di bawah FINRA Rule 5310 akan mengatur penanganan order. Standar ini berbasis prinsip dan tidak ditegakkan transaksi demi transaksi. Ia berpendapat, kerangka ini bisa mengakomodasi automated market maker (AMM), sesuatu yang sebelumnya tidak memungkinkan.
Meski demikian, ia menyoroti bahwa tokenized stock NMS masih menghadapi pertanyaan terbuka terkait pendaftaran exchange dan ATS, kliring, dan penyelesaian transaksi. Thorn berharap agar “innovation exemption” yang akan dirilis SEC bisa menjawab sebagian besar masalah tersebut.
Thorn menggambarkan urut-urutan ini sebagai SEC yang menjalankan strategi Project Crypto miliknya: mereka menyelesaikan hambatan struktur pasar paling berat terlebih dahulu, lalu menangani pendaftaran venue melalui kebijakan exemptive relief. Periode komentar publik akan terlihat apakah pelaku pasar menolak untuk membongkar pilar trading AS yang sudah berusia 20 tahun .
Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis menyajikan insight ahli


