Setelah cukup lama berada di zona merah, harga Ethereum (ETH) mencatat kenaikan tipis dalam perdagangan 24 jam terakhir.
Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level US$1.643,86, naik sekitar 0,35% dibandingkan hari sebelumnya.
Meski berhasil bergerak di zona hijau, penguatan ini belum cukup untuk menghapus tekanan yang masih membayangi Ethereum dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam 30 hari terakhir, ETH masih terkoreksi 28,93%, sementara dalam 90 hari terakhir turun lebih dari 22%.
Baca Juga: Harga Ethereum Turun Drastis, Ancaman Level $2.000
Dalam perdagangan harian, Ethereum bergerak di rentang US$1.603,83 hingga US$1.665,76.
Kenaikan yang terjadi menunjukkan minat beli mulai muncul setelah ETH mampu bertahan di atas area support psikologis US$1.600.
Selain itu, kenaikan 0,93% dalam satu jam terakhir mengindikasikan adanya peningkatan momentum jangka pendek.
Namun, pasar masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa penguatan saat ini bukan sekadar rebound sementara di tengah tren koreksi yang lebih besar.
Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai US$198,39 miliar.
Sementara itu, Tokocrypto menyebut volume perdagangan Ethereum dalam 24 jam terakhir mencapai US$12,10 miliar, menunjukkan aktivitas transaksi yang masih cukup tinggi.
Jumlah ETH yang beredar saat ini mencapai sekitar 120,68 juta koin, dengan seluruh kapitalisasi pasar yang terdilusi penuh berada di level yang sama karena Ethereum tidak memiliki batas maksimum pasokan seperti Bitcoin.
Dari sisi teknikal, area US$1.665–US$1.700 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk memperkuat peluang pemulihan harga.
Jika berhasil menembus zona tersebut, ETH berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level US$1.800. Sebaliknya, area US$1.600 masih menjadi support penting dalam jangka pendek.
Jika level ini gagal dipertahankan, Ethereum berisiko kembali mengalami tekanan jual yang dapat membawa harga menuju kisaran US$1.500.
Walaupun harga berhasil mencatat kenaikan harian, performa Ethereum dalam sepekan terakhir masih menunjukkan pelemahan sebesar 6,36%.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya pulih dan investor masih bersikap hati-hati.
Jarak harga ETH saat ini dengan rekor tertingginya di US$4.953,73 juga masih sangat lebar. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami tekanan besar dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: ETH Melemah, Harga Ethereum Anjlok Lebih dari 30% Sebulan
Dalam jangka pendek, Ethereum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah berhasil bertahan di atas level US$1.600.
Namun, tren yang lebih besar masih cenderung netral hingga bearish selama harga belum mampu menembus resistance penting di area US$1.700.
Jika minat beli terus meningkat dan sentimen pasar kripto membaik, ETH berpeluang memperpanjang rebound dalam beberapa hari ke depan.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali muncul, investor perlu mewaspadai potensi pengujian ulang area support utama yang saat ini menjadi penopang pergerakan harga Ethereum.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Keluar Dari Tekanan, Harga Ethereum Menguat Tipis ke US$1.643 appeared first on Tokocrypto News.


