Leveraged fund dan asset manager telah meningkatkan posisi short gabungan terhadap yen Jepang (JPY) menjadi US$11 miliar, level tertinggi sejak Juli 2024.
Hal ini menunjukkan bahwa investor tetap bertaruh melawan mata uang tersebut walaupun Jepang sudah melakukan intervensi. Eksposur short kini sudah meningkat selama tiga minggu berturut-turut.
Posisi short bertambah sebesar US$5 miliar selama tiga minggu terakhir. Data ini menandakan bahwa pelaku pasar masih memperkirakan yen akan semakin melemah.
Sentimen pesimis ini muncul meski ada upaya dari Jepang. Pelemahan yen mendorong pemerintah Tokyo untuk turun tangan baru-baru ini. Nilai tukar yen sempat turun melewati 160 per dolar pada akhir April, yaitu level yang juga memicu intervensi penjualan dolar terbesar sepanjang tahun 2024.
Mulai akhir April hingga akhir Mei, otoritas setempat menggelontorkan 11,73 triliun yen, atau sekitar US$73,6 miliar. Jumlah ini menjadi rekor intervensi terbesar selama satu bulan dan melampaui pengeluaran sebelumnya sebesar 9,79 triliun yen di tahun 2024.
Langkah ini hanya efektif dalam waktu singkat. Pada 30 April, yen melonjak dari 160,725 — posisi terendah dalam hampir dua tahun — ke 155,50. Pada 6 Mei, nilai tukar kembali bergerak ke arah 155 sebelum kembali melemah.
Kenaikan yen tersebut tidak bertahan lama. Yen lagi-lagi melemah mendekati 160 di awal Juni, karena mendapat tekanan tambahan dari konflik di Timur Tengah.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara langsung
The Kobeissi Letter menerangkan bahwa selisih suku bunga yang lebar antara Jepang dan Amerika Serikat tetap menjadi faktor utama secara struktural. Bank of Japan masih mempertahankan suku bunga di 0,75%, jauh di bawah tingkat di AS.
Perbedaan suku bunga tersebut membuat para trader mendapat untung dengan meminjam yen murah untuk membeli aset yang memberikan hasil lebih tinggi. Strategi ini, yang dikenal sebagai carry trade, sudah lama menekan nilai yen. Ketika posisi-posisi itu ditutup, investor umumnya menurunkan risiko, dan dinamika ini dapat memberi tekanan pada aset seperti Bitcoin (BTC).
Menkeu Satsuki Katayama memberi sinyal bahwa otoritas masih siap untuk bertindak kapan saja.
Bank of Japan akan menggelar pertemuan pada 16 Juni dan mungkin saja menaikkan suku bunga menjadi 1%. Kenaikan ini bisa memperkecil selisih bunga dan menguji keyakinan di balik posisi short yang mencapai rekor.
Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis memberi wawasan ahli