Altcoin diperdagangkan seperti aset trofi, dan pasar kripto masih jauh dari altcoin season, menurut trader Crypto Kid dan Player1Taco di BeInCrypto Market Intelligence Expert Council.
Data pasar menguatkan pernyataan mereka. Altcoin Season Index menunjukkan angka 49, tingkat yang menandakan dominasi Bitcoin, bukan reli altcoin secara luas.
Kedua trader ini berbincang dengan BeInCrypto pada 17 Mei, ketika Bitcoin (BTC) diperdagangkan mendekati US$77.000. Sejak itu, token ini turun menuju US$61.282, turun sekitar 24% dalam 30 hari.
Penurunan tersebut memperkuat pandangan hati-hati yang mereka berdua miliki. Hal ini juga sejalan dengan struktur pasar yang mendukung Bitcoin sepanjang tahun lalu.
Altcoin Season Index merangkum situasi dalam satu angka. Indikator ini melacak berapa dari 50 aset kripto teratas yang mampu mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir.
Angka di atas 75 menjadi sinyal altcoin season sejati. Saat berada di angka 49, pasar saat ini masih mendekati wilayah Bitcoin dibandingkan potensi breakout altcoin.
Angka-angka pendukungnya juga memperjelas situasi. Panel indikator menunjukkan sudah 256 hari berlalu sejak altcoin terakhir memimpin pasar. Sebaliknya, musim Bitcoin terakhir terjadi hanya 21 hari sebelumnya.
Altcoin season juga berlangsung singkat dan jarang terjadi. Rata-ratanya hanya 17 hari dan hadir setiap 67 hari, sedangkan musim Bitcoin muncul jauh lebih sering.
Crypto Kid membangun argumen bearish dengan satu gagasan sederhana. Altcoin, ucapnya, hanya menarik dana ketika investor memegang uang yang siap mereka relakan untuk rugi.
Cara pandang tersebut menjelaskan kenapa altcoin tertekan terhadap Bitcoin. Altcoin lebih sensitif pada likuiditas dibanding aset terbesar ini, sehingga harga mereka jatuh lebih tajam ketika kondisi pasar mengetat.
Pendapatnya berpijak pada kebijakan moneter. Untuk terjadi altcoin season sungguhan, terang dia, pasar butuh stimulus pencetakan uang seperti yang mendefinisikan siklus 2020 dan 2021.
Penurunan suku bunga dalam skala sebesar itu tidak masuk dalam agenda dalam waktu dekat. Crypto Kid memperkirakan 2028 atau 2029 sebagai periode realistis terjadinya rotasi pasar secara menyeluruh.
Jumlah aset juga membuat perhitungannya semakin sulit. Tahun 2017, pasar baru memiliki sekitar 3.000 koin, sekarang jumlahnya sudah mencapai puluhan juta.
Penyebaran itu membagi modal ke banyak token baru sehingga setiap token hanya mendapatkan sebagian kecil dari dana yang masuk. Analis Benjamin Cowen juga menandai hambatan likuiditas serupa.
Kebanyakan altcoin tak memiliki batas suplai 21 juta seperti Bitcoin. Dengan suplai yang terus bertambah, naik ke puncak harga seperti 2021 akan membutuhkan konsentrasi dana jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Crypto Kid masih menyisakan satu peluang. Tema-tema khusus tetap bisa tampil baik meski tanpa altcoin season secara luas, dan Player1Taco membahas hal tersebut lebih dalam.
Taco tetap lebih konstruktif dalam bersikap, menganggap perhatian pasar sebagai pendorong utama di tengah pasar yang terpecah. Saat ini, perhatian itu jelas tertuju pada artificial intelligence.
Pandangannya cukup didengar karena ia memang membangun di sektor ini. Taco memperkenalkan dirinya sebagai kontributor kode inti di Morpheus, proyek AI terdesentralisasi.
Ia memperkirakan perdagangan AI terdesentralisasi akan terus menarik modal ketika ekosistem Morpheus dan Venice berkembang. Venice Token (VVV) kini diperdagangkan di sekitar US$15,72 setelah naik lebih dari 300% setahun terakhir.
Real-world assets (RWA) menjadi pelengkap pilihannya, dengan koleksi yang ditokenisasi menonjol sebagai sektor yang aktif. Namun, optimisme terbesarnya dalam 12 bulan ke depan ada pada infrastruktur.
Jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN) berada di titik temu dua tema favoritnya. Tokenisasi GPU dan pusat data menjadi inti penawarannya, dengan World Mobile dan Helium dipandang sebagai pemimpin.
Kedua trader ini membaca data yang sama namun mengambil kesimpulan yang berbeda. Crypto Kid tetap defensif pada altcoin sampai likuiditas membaik.
Taco menerima latar belakang ekonomi makro tersebut, namun tetap optimistis pada builder dan narasi pasar. Keduanya sepakat bahwa saat ini merupakan salah satu waktu terbaik untuk pengembangan industri kripto.
Saat ini, indeks menjawab pertanyaan utama. Dengan angka 49 dan 256 hari sejak rotasi terakhir, tidak ada altcoin season yang sedang berjalan.
Nuansa inilah yang menjadi titik temu bagi kedua trader. AI, RWA, dan DePIN masih bisa menyajikan reli terfokus, namun gelombang besar altcoin yang mereka gambarkan nampaknya masih belum bisa tercapai.

