Harga Pi Coin (PI) saat ini diperdagangkan di sekitar US$0,128, turun sekitar 10% selama seminggu terakhir, meski pasar kripto secara umum telah bangkit dari titik terendahnya.
Pembeli ritel terus mengakumulasi sementara smart money justru menjauh, satu perbedaan yang cukup aneh. Salah satu indikator khusus BeInCrypto bisa jadi menjelaskan situasi ini sebelum harga menujukkan sinyal yang sama.
Harga Pi Coin sempat memantul dari level terendah sepanjang masanya di US$0,118, tapi pemulihan ini terlihat kurang meyakinkan dan cenderung lemah. Pergerakan kali ini tidak sekuat rebound sebelumnya, dan ada satu indikator kunci yang menjelaskan keragu-raguan tersebut.
Smart money index Pi Network (PI), yakni indikator untuk melacak posisi para trader berpengalaman, justru semakin menjauh ke bawah dari harga. Uang pemain besar tidak mengejar rebound ini, sehingga pergerakan naik PI tak didukung oleh “tangan-tangan kuat”.
Selain itu, Bitcoin juga tidak terlalu banyak membantu. Korelasi tahunan PI dengan Bitcoin hanya di angka 0,40; ini menunjukkan hubungan keduanya cukup lemah. Jadi, bila harga Bitcoin pulih, belum tentu PI juga ikut naik, sehingga token ini bisa bergerak dengan pemicunya sendiri.
Hal ini menimbulkan pertanyaan: siapa sebenarnya yang membeli saat ini?
Pembeli utamanya adalah ritel. Dalam 24 jam terakhir, wallet di exchange terpusat mencatatkan arus keluar bersih sekitar 260.000 PI, sebuah indikasi langka bahwa holder mulai menarik koin mereka dari exchange untuk diakumulasi sendiri.
Minat beli ini terasa makin aneh karena atensi publik justru memudar. Volume sosial Pi Coin, yaitu jumlah penyebutan PI di lebih dari 1.000 saluran sosial, telah jatuh ke sekitar level terendah dalam enam bulan, yakni di angka sekitar 1, dari puncaknya mendekati 51 pada awal Maret lalu.
Jadi, ritel masih membeli token yang dihindari smart money, tidak diangkat oleh Bitcoin, dan hampir tak dibahas siapa pun. Alasannya sepertinya terdapat pada sinyal yang belum tercermin oleh harga.
Indikator eksklusif Pi vs Total Market Dislocation mengukur seberapa jauh kinerja PI menyimpang dari pergerakan pasar kripto secara umum, bukan hanya dari harga PI sendiri.
Jika hasilnya sangat negatif, artinya PI tertinggal jauh di belakang pasar; hal ini bisa menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai lelah.
Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Crypto Newsletter harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Indikator tersebut telah bangkit dari kisaran -2,77, zona negatif yang ekstrem, kembali menuju -1,60 ketika harga masih tertekan. Pergeseran ini menciptakan bullish divergence, menandakan bahwa kelemahan PI secara relatif mulai mereda sebelum terlihat jelas di grafik harga.
Bacaan indikator ini sifatnya prediktif, belum pasti terkonfirmasi. Sebaliknya, sebelumnya indikator ini sempat menyentuh angka positif ekstrem sekitar 3,15 pada bulan Maret. Lonjakan itu bersamaan dengan terbentuknya puncak harga lokal.
Kenaikan kembali volume sosial bisa menjadi penguat sinyal. Meski begitu, rentang harga tetap jadi ujian terakhirnya.
Harga Pi Coin sempat menyentuh titik terendah di sekitar US$0,118, membentuk pola double-bottom dengan cepat, dan setelah itu harga sedikit pulih. Rintangan awal ada pada penutupan harian di atas US$0,137, yang bisa menjadi sinyal awal kekuatan harga.
Level yang paling penting untuk perubahan tren yang nyata adalah US$0,168, yaitu level 0,618 Fibonacci, yang menjadi penanda seberapa banyak penurunan sebelumnya telah berhasil dipulihkan. Jika harga mampu merebut kembali level tersebut, kemungkinan besar model dislokasi akan berubah menjadi sangat positif.
Sisi bawahnya cukup jelas. Jika harga turun di bawah US$0,118, itu menandakan level terendah sepanjang masa yang baru dan membuka peluang penurunan yang lebih dalam. Level US$0,118 ini menjadi batas antara kemungkinan pemulihan oleh trader ritel yang didukung sinyal dislokasi, atau berlanjutnya penurunan harga jika pembeli menyerah.
