Suara paling berpengaruh di bidang kebijakan AI dan kripto di Gedung Putih baru saja menyebut bahwa keamanan AI adalah ‘Perubahan Iklim Baru’, mengacu pada banyaknya ‘cerita ala Hollywood’ di dalamnya. Pernyataan ini muncul enam hari setelah pemerintahannya menandatangani perintah keamanan AI.
Pada hari Senin, David Sacks, yang pernah menjabat sebagai Penasihat Khusus Gedung Putih untuk AI dan Kripto dan kini memberi saran kepada pemerintahan melalui Dewan Penasihat Presiden untuk Sains dan Teknologi, mengunggah ulang hal berikut di X:
Enam hari sebelum Sacks memposting cuitannya, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang meminta perusahaan AI untuk secara sukarela menyerahkan model paling canggih mereka ke pengujian keamanan federal hingga 30 hari sebelum dirilis ke publik.
Perintah tersebut mengarahkan lembaga federal untuk menyusun tolak ukur keamanan, menilai kemampuan model AI terhadap dunia siber, serta memperkuat pertahanan infrastruktur penting.
Sacks ikut membangun lingkungan kebijakan yang menghasilkan perintah itu. Tapi sekarang, ia justru secara terbuka menyoroti kekhawatiran soal keamanan yang semakin besar, seperti halnya isu menakut-nakuti perubahan iklim.
Ini sepertinya menjadi sinyal yang disengaja tentang sikap sebenarnya pemerintah terhadap keamanan AI, terlepas dari dokumen yang diterbitkan seminggu lalu.
Hal ini sebenarnya tidak baru. Sacks sebelum ini juga menganggap campur tangan regulasi dalam teknologi baru sebagai aksi perebutan kekuasaan, bukan fungsi yang benar-benar dibutuhkan.
Sacks juga pernah menyebut para penggiat keamanan AI sebagai “Doomer Industrial Complex“, yaitu usaha terkoordinasi dari mantan staf Biden dan pendukung altruism efektif untuk membesar-besarkan ancaman AI demi kepentingan politik.
Sacks juga mendorong CLARITY Act hingga tahap awal legislasi, dan kini RUU struktur pasar kripto sedang dibahas di Senat.
Cara Sacks membingkai regulasi AI sebagai “pengambilalihan ekonomi dan ranah informasi” secara langsung mencerminkan argumen yang ia gunakan saat menentang pengawasan kripto yang ketat: narasi keamanan hanyalah kedok untuk memperluas regulasi, bukan perlindungan konsumen yang nyata.
Sacks nampaknya sedang membangun argumen politik tunggal untuk menentang regulasi AI dan kripto: isu keamanan digunakan sebagai senjata politik, bukan kenyataan teknis. Untuk token kripto yang terkait AI, sikap Gedung Putih terhadap regulasi AI akan menjadi acuan selama empat tahun ke depan.
Pemerintahan ini juga telah mendukung kripto, membantu mendorong CLARITY Act dan pada 2025, kerangka stablecoin AS, GENIUS Act, menjadi undang-undang. Pemerintah yang sama sekarang justru menyebut penerapan kebijakan keamanan AI yang terlalu ketat sebagai pseudosains ala kubu kiri.
Pertarungan yang Sacks tunjukkan akan menentukan apakah regulasi keamanan AI akan menyerupai kebijakan iklim: luas, mahal, dan jadi penentu politik satu generasi. Ia yakin hal itu tidak akan terjadi.