Indeks Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) Korea Selatan anjlok lebih dari 8% pada hari Senin. Hal ini membuat bursa saham menghentikan perdagangan selama 20 menit karena aksi jual sektor semikonduktor yang dipimpin AS mengguncang pasar Asia.
Indeks acuan turun 8,4% ke 7.477 setelah pembukaan, sehingga memicu circuit breaker. Korea Securities Dealers Automated Quotations (KOSDAQ) juga turun lebih dari 7%.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Samsung Electronics dan SK Hynix sama-sama turun sekitar 10% secara intraday. Kedua produsen chip ini mendominasi KOSPI, sehingga penurunan mereka menyeret seluruh indeks makin rendah.
Aksi jual juga menjalar ke pasar Asia lainnya. Nikkei 225 Jepang turun 3,4% seiring kerugian yang makin melebar di kawasan tersebut. Kegelisahan pasar terus meningkat dipicu oleh memanasnya ketegangan di Timur Tengah.
Selain itu, penurunan sudah semakin dalam setelah aksi jual tajam di Wall Street. Pada hari Jumat, Nasdaq Composite terjun 4,18% ke 25.709,43, menjadi penurunan harian terbesar sejak April 2025.
Investor bereaksi terhadap laporan ketenagakerjaan AS untuk Mei yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga trader mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Data tersebut mendorong yield Treasury naik dan membuat kekhawatiran bahwa biaya pinjaman yang tinggi bisa membebani perusahaan teknologi yang sedang berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur artificial intelligence.
Aset kripto bergerak berbeda dari bursa saham pada hari Senin. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$63.020, naik sekitar 2,7% dalam 24 jam terakhir, menurut data BeInCrypto Markets.
Ethereum (ETH) naik sekitar 6% ke US$1.680. Kenaikan ini terjadi setelah berminggu-minggu aset digital mengalami penurunan tajam selama aksi jual yang melanda pasar.
Meskipun begitu, harga Bitcoin masih berada lebih dari 45% di bawah rekor tertingginya pada Oktober 2025 di atas US$126.000. Arus keluar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot yang terus berlangsung menekan harga.
Sesi-sesi mendatang bisa menjadi penentu apakah kripto tetap tahan terhadap sentimen risk-off yang melanda pasar global.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan eksklusif


