CEO Coinbase, Brian Armstrong, membalas sindiran keras dari bos JPMorgan, Jamie Dimon, tentang CLARITY Act dengan meme bertema hoki yang langsung mendapat dukungan luas dari komunitas aset kripto.
Pertukaran yang viral pada hari Jumat itu mengubah perdebatan regulasi soal imbal hasil stablecoin menjadi momen penyemangat bagi para pemimpin industri aset digital yang mendorong RUU ini masuk ke pembahasan di Senat.
Pemimpin industri langsung merespons keras setelah serangan Dimon terhadap CLARITY Act di Fox Business pada hari Jumat. Mike Novogratz dari Galaxy Digital menilai bahwa pembuatan undang-undang keuangan seharusnya menjadi tugas para legislator terpilih, bukan bank.
Peter Van Valkenburgh dari Coin Center menyoroti bahwa sekitar US$3 triliun telah dicuci melalui bank pada tahun 2025. Ia menyebut narasi anti-pencucian uang dari Dimon sebagai omong kosong.
Tokoh kripto lain juga menyinggung riwayat denda dan penyelesaian hukum JPMorgan yang jumlahnya mencapai puluhan miliar US$.
Pembelaan dari industri hadir bersamaan dengan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act di hadapan seluruh anggota Senat. RUU ini sudah lolos Komite Perbankan Senat dengan hasil voting 15-9 pada 14 Mei.
RUU ini masih membutuhkan 60 suara di lantai Senat sebelum kembali dibawa ke DPR.
Poster Armstrong menampilkan Dimon sebagai #2 untuk tradisi, sedangkan dirinya sebagai #1 untuk kebebasan ekonomi. Gambar tersebut langsung viral dalam hitungan menit.
“Heated Rivalry” juga merupakan judul novel romantis hoki gay tahun 2019 yang diadaptasi menjadi serial televisi pada akhir 2025.
Meme itu memperkuat argumen utama industri. Penolakan bank terhadap imbalan yield stablecoin nampaknya lebih condong untuk melindungi posisi lama mereka daripada perlindungan konsumen.
Di tengah perseteruan yang memanas, Coinbase kini disandingkan dengan aksi Charles Schwab yang merombak komisi pialang pada akhir 1970-an. Perbandingan ini sangat relevan bagi trader kripto yang melihat Coinbase mampu menggerus margin profit perbankan tradisional.
Para pelaku industri menegaskan bahwa kerangka regulasi saat ini sebenarnya sudah memberlakukan aturan Bank Secrecy Act untuk exchange.
Penolakan ini menandakan adanya respons terkoordinasi terhadap lobi dari dunia perbankan selama berbulan-bulan. Voting di lantai Senat diprediksi berlangsung pada bulan Juni.

