Pasar kripto kembali memasuki periode volatilitas tajam, membuat banyak pemegang XRP mempertanyakan kekuatan reli terkini. Setelah menunjukkan momentum naik yang kuat, XRP telah menghadapi beberapa hari tekanan turun, menciptakan ketidakpastian baru di kalangan investor ritel. Penurunan harga yang tiba-tiba sering memicu rasa takut, terutama ketika grafik tampak berbalik arah dengan cepat setelah sentimen bullish terbentuk.
Ahli strategi pasar Levi Rietveld menanggapi kekhawatiran tersebut dalam sebuah video terbaru yang dibagikan di X, mengimbau para pemegang XRP untuk tetap tenang dan menghindari keputusan emosional. Ia menjelaskan bahwa penurunan XRP baru-baru ini tidak mencerminkan kemerosotan fundamental, melainkan mengikuti pergerakan pasar Bitcoin yang lebih luas seiring ketegangan makroekonomi terus membebani sentimen investor.
Levi menekankan bahwa Bitcoin masih memimpin pasar kripto, dan ketika Bitcoin turun, sebagian besar altcoin—termasuk XRP—biasanya bergerak ke arah yang sama. Ia menyebut penurunan Bitcoin di bawah $76.000 sebagai pendorong utama pullback XRP baru-baru ini.
Menurut Levi, penurunan tersebut sangat terkait dengan kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik yang melibatkan Iran. Seiring meningkatnya kekhawatiran atas pasokan minyak global, kecemasan investor meningkat di seluruh pasar keuangan. Dengan sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur utama Timur Tengah, setiap gangguan memicu kekhawatiran inflasi, ketidakstabilan, dan risiko pasar yang lebih luas.
Ketika harga minyak melonjak dan ketidakpastian menyebar, Bitcoin turun dengan cepat. XRP mengikuti pergerakan pasar yang lebih luas.
Peringatan terkuat Levi berfokus pada bagaimana institusi merespons di saat-saat seperti ini. Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan Wall Street dan investor besar sering memanfaatkan aksi jual yang didorong rasa takut sementara trader ritel panik dan keluar dari posisi.
Ia memperingatkan para pemegang XRP untuk tidak terjebak dalam perangkap tersebut. Menurutnya, institusi menghasilkan uang dengan membeli ketika ketidakpastian paling tinggi dan menjual ketika kepercayaan kembali. Investor ritel sering melakukan sebaliknya, menjual saat pasar lemah dan membeli kembali di harga yang lebih tinggi.
Pola ini telah berulang di pasar keuangan tradisional maupun kripto selama bertahun-tahun. Pemain besar memandang kepanikan sebagai peluang, bukan sebagai sinyal untuk meninggalkan aset yang kuat.
Levi mendorong investor untuk memperluas pandangan dan fokus pada gambaran yang lebih besar daripada candle merah jangka pendek. Koreksi tetap menjadi bagian normal dari setiap siklus pasar, bahkan selama tren bullish jangka panjang yang kuat.
Karena Bitcoin terus mendorong sentimen kripto yang lebih luas, para pemegang XRP harus memantau perkembangan makroekonomi sedekat grafik XRP itu sendiri. Jika ketegangan geopolitik mereda dan kepercayaan pasar kembali, Bitcoin bisa stabil dan memimpin fase pemulihan berikutnya, dengan XRP kemungkinan mengikuti rebound tersebut.
Pesan Levi sederhana dan langsung: jangan biarkan rasa takut mengendalikan keputusan Anda. Selama periode ketidakpastian, institusi bersiap untuk membeli. Sarannya kepada pemegang XRP sudah jelas—tetap sabar, pahami lingkungan makro, dan hindari menjadi penjual yang diandalkan oleh uang yang lebih cerdas.
Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai saran keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin mencakup pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca diimbau untuk melakukan penelitian mendalam sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh pembaca sepenuhnya merupakan risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan apa pun.
Ikuti kami di Twitter, Facebook, Telegram, dan Google News
Postingan Market Strategist: If You Hold XRP, Please Do This pertama kali muncul di Times Tabloid.


