Dewan Uni Eropa telah mengadopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia. Paket ini mencakup pembatasan serius untuk sektor aset kripto.
Untuk pertama kalinya, Uni Eropa tidak menargetkan platform secara individu, melainkan langsung memberlakukan larangan sektor terhadap semua layanan kripto yang terdaftar di Rusia.
Regulasi Uni Eropa menjelaskan alasan mereka beralih ke pendekatan sektoral. Pada Februari 2025, exchange kripto Garantex masuk ke dalam daftar sanksi karena memfasilitasi akses ke sistem keuangan global bagi individu yang terkena sanksi.
Tapi, langkah ini ternyata tidak efektif. Penyelidikan memperlihatkan bahwa operasi Garantex hanya berpindah ke entitas hukum Rusia lainnya.
Regulasi tersebut mengakui bahwa memasukkan exchange dan platform secara individu ke daftar sanksi hanya membuat munculnya struktur-struktur baru untuk menghindari pembatasan. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk melarang seluruh sektor sekaligus.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara langsung
Tim editorial BeInCrypto telah meninjau semua materi dan merangkum seluruh larangan yang disebutkan dalam paket baru ini dalam satu ringkasan.
Langkah utama adalah melarang segala transaksi secara langsung ataupun tidak langsung dengan penyedia layanan kripto serta exchange aset kripto dari Rusia. Aturan ini terdapat dalam Pasal 5bb Regulasi (UE) No 833/2014 dan Pasal 1bb Keputusan (CFSP) 2026/508.
Larangan ini akan berlaku mulai 24 Mei 2026. Sebelum tanggal tersebut, para pelaku pasar masih dapat menyelesaikan kontrak-kontrak yang saat ini berjalan.
Ada pengecualian untuk misi diplomatik Uni Eropa dan negara mitra di Rusia, untuk warga UE yang sudah tinggal di Rusia sebelum 24 Februari 2022, serta untuk perusahaan yang menutup usahanya di Rusia. Tapi, yang terakhir harus mendapat izin dari otoritas kompeten di negara anggota UE.
Daftar aset kripto yang dilarang diperdagangkan telah diperluas. Kripto RUBx masuk ke dalam daftar tersebut. Selain itu, segala aktivitas terkait mata uang digital bank sentral yang ada dalam daftar sanksi serta segala dukungan dari UE terhadap pengembangannya juga dilarang. Langkah ini khususnya ditujukan kepada rubel digital.
Sebuah organisasi asal Kirgizstan yang menjalankan exchange kripto dengan volume besar rubel stablecoin A7A5 kini masuk daftar sanksi individu. Nama organisasi tersebut tidak diungkapkan dalam siaran pers.
Nama organisasi itu akan muncul setelah lampiran regulasi dipublikasikan di Jurnal Resmi UE. Sebelumnya, dalam paket sanksi ke-19, Uni Eropa sudah melarang A7A5 serta perusahaan Kirgizstan yang berafiliasi seperti Old Vector dan Grinex.
Dewan UE menyoroti: di tengah sanksi keuangan besar-besaran, Rusia makin sering memakai aset kripto untuk penyelesaian transaksi internasional. Pada awal 2026, transfer melalui rubel stablecoin A7A5 telah menembus US$100 miliar.
Langkah baru lainnya adalah larangan terhadap layanan yang secara formal bukan bank maupun penyedia layanan kripto, namun tetap membantu klien Rusia untuk melakukan transaksi lintas negara. Ini mengacu pada skema netting (penyelesaian bersama), rekonsiliasi, maupun mekanisme lain yang memungkinkan untuk mengakali sanksi.
Struktur “mirror” dan “penerus” dari penyedia layanan kripto serta layanan pembayaran yang sudah diblokir juga ikut dilarang.
Ada larangan baru untuk 20 bank Rusia. Empat lembaga keuangan lain di negara ketiga juga dibatasi karena membantu mengakali sanksi atau punya hubungan dengan SPFS, sistem analog SWIFT milik Rusia.
Pembatasan aset kripto serupa kini diperluas ke Belarus. Rezim sanksi untuk Minsk juga diperpanjang sampai 28 Februari 2027.
Sanksi UE ini bertepatan dengan upaya otoritas Rusia mendorong pelaku komunitas kripto untuk beralih ke platform berlisensi dalam negeri. RUU “Tentang Mata Uang Digital dan Hak Digital” mengatur penyimpanan wajib aset kripto di deposit yang diawasi Bank Sentral, larangan dompet pribadi, serta batas 300.000 rubel per tahun bagi investor yang belum memenuhi syarat. Aturan ini bisa mulai berlaku 1 Juli 2026.
Alhasil, tercipta lingkaran setan. Rusia melakukan sentralisasi pasar kripto dan membentuk satu titik kendali, sedangkan Uni Eropa memberlakukan larangan seluruh sektor pada semua layanan kripto asal Rusia. Para pelaku pasar yang diwajibkan oleh hukum untuk pindah ke platform lokal otomatis akan terputus dari mitra bisnis di Eropa.
Aset kripto yang berhubungan dengan sirkuit Rusia bisa saja diberi label sebagai “kotor”. Begitu juga dengan koin yang terkait dengan Iran dan Korea Utara biasanya mendapat label seperti ini. Dalam situasi ini, memindahkan aset tersebut ke luar Rusia akan sangat sulit. Transaksi tersebut akan berisiko diblokir.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli


