Valuasi minyak mentah melonjak melampaui ambang $105 per barel pada Kamis ketika permusuhan kembali memanas di Selat Hormuz, hanya beberapa jam setelah Washington mengumumkan perpanjangan perjanjian gencatan senjatanya dengan Teheran.
[[IMG_2]]Brent Crude Oil Last Day Financ (BZ=F)Korps Garda Revolusi Islam Iran melancarkan serangan terhadap tiga kapal dagang yang melintas di selat tersebut pada Rabu. Serangan-serangan ini terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata 7 April akan tetap berlaku tanpa batas waktu yang ditentukan.
Kontrak minyak mentah Brent naik 1,4% mencapai $103,36 per barel pada perdagangan awal Kamis. Kontrak West Texas Intermediate juga naik 1,4%, menyentuh $92,96. Brent sempat melonjak setinggi 4,2% selama sesi perdagangan sebelum berbalik turun menyusul laporan yang belum terverifikasi mengenai ledakan di wilayah Iran.
Sekitar seperlima pasokan minyak bumi global melewati Selat Hormuz. Menyusul meletusnya permusuhan pada akhir Februari, hampir terhentinya jalur kritis ini telah membatasi pengiriman minyak bumi secara drastis dari eksportir utama kawasan Teluk.
Washington telah mempertahankan operasi blokade angkatan laut yang menargetkan kapal-kapal yang berangkat dari dan tiba di pelabuhan Iran. Menteri Luar Negeri Teheran Abbas Araghchi mengkarakterisasi blokade tersebut sebagai pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata.
Pergerakan kapal melalui selat pada dasarnya terhenti pada Kamis. Para pengamat melaporkan hanya satu kapal angkutan massal yang melintas di jalur perairan tersebut.
Amerika Serikat dan Iran tetap berselisih mengenai berbagai masalah kontroversial, termasuk program energi atom Teheran dan operasi militer Israel di wilayah Lebanon.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan keterbukaan untuk melakukan keterlibatan diplomatik namun mengidentifikasi "blokade dan ancaman" sebagai hambatan utama bagi dialog yang konstruktif. Pejabat Iran mengindikasikan tidak ada niat segera untuk berpartisipasi dalam sesi negosiasi.
Para perantara internasional terus mengadvokasi diskusi diplomatik paling cepat pada Jumat, menurut laporan Wall Street Journal. Namun, tidak ada konfirmasi resmi mengenai pertemuan tersebut yang muncul.
Brent telah naik hampir 13% hanya dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya. Para pengamat pasar menunjukkan bahwa para pedagang semakin memperhitungkan gangguan yang berkepanjangan alih-alih mengantisipasi penyelesaian konflik yang cepat.
Data stok minyak bumi Amerika yang dirilis Rabu melalui Energy Information Administration mengungkapkan penurunan di seluruh segmen produk olahan utama.
Pasar global semakin bergantung pada pasokan Amerika untuk mengkompensasi kekurangan dari Timur Tengah. Permintaan yang meningkat ini mendorong total pengiriman minyak bumi dan bahan bakar AS ke luar negeri ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut data lembaga tersebut.
Pada Kamis, pelacakan maritim mengidentifikasi hanya satu kapal yang melintasi Selat Hormuz, dengan nol kapal yang tercatat memasuki jalur tersebut.
The post Crude Oil Climbs Above $105 Amid Strait of Hormuz Attacks and Diplomatic Deadlock appeared first on Blockonomi.
