Dugaan manipulasi data cuaca yang terkait dengan pembayaran prediction market kembali menyoroti masalah “oracle problem” dalam sistem blockchain.
Kasus ini berpusat pada pembacaan suhu dari sensor suhu Météo France di Bandara Charles de Gaulle, yang kabarnya digunakan oleh Polymarket untuk menentukan hasil taruhan atas cuaca harian di Paris.
Menurut laporan media, pada 6 April, stasiun tersebut mencatat lonjakan suhu mendadak menjadi 21°C pada malam hari, suatu keanehan yang tidak sesuai dengan data di sekitarnya.
Langkah ini membuat seorang bettor memenangkan sekitar US$14.000. Pola serupa juga terjadi pada 15 April, ketika sensor sempat melonjak dari 18°C menjadi 22°C.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Ketika berbicara kepada BFMTV dan Le HuffPost, Météo-France mengonfirmasi pada 21 April bahwa mereka telah mengajukan tuntutan atas tindakan “mengganggu operasi sistem pengolahan data otomatis” kepada polisi transportasi udara di Roissy.
Setelah kejadian tersebut, Polymarket dilaporkan telah mengalihkan sumber datanya ke stasiun Bandara Le Bourget (LFPB).
Dalam sebuah unggahan di X, pembawa acara podcast Aakash Gupta berpendapat bahwa kerentanan utama masih belum terselesaikan meskipun sudah ada perubahan sumber data.
Gupta menuturkan bahwa beralih ke stasiun cuaca lain yang juga berlokasi di dekatnya hampir tidak mengurangi risiko, karena hanya mengganti satu titik data yang rentan dengan titik lain yang tingkat keamanannya kurang lebih sama, sehingga tetap mempertahankan satu titik kegagalan.
Gupta membandingkan kecanggihan infrastruktur blockchain dengan kerapuhan input dari dunia nyata. Meskipun sistem blockchain yang menjalankan pasar ini sudah melewati bertahun-tahun pengembangan teknis, dia mengingatkan bahwa hasil akhirnya tetap bergantung pada “perangkat bandara dalam kotak plastik”.
Ia juga menambahkan bahwa isu ini tidak hanya terjadi pada kontrak cuaca di Polymarket. Menurut Gupta, banyak prediction market memakai satu sumber data utama untuk hasil olahraga, pemilu, dan berbagai kejadian lainnya.
Struktur seperti ini, papar dia, menciptakan permukaan serangan yang bisa diulang: temukan titik terlemah dalam rantai pelaporan, pengaruhi input yang masuk, lalu raih profit dari ketidakseimbangan pasar.
Kejadian ini memperlihatkan tantangan yang terus ada pada sistem terdesentralisasi. Walaupun infrastruktur blockchain bisa menjamin proses yang deterministik dan tahan manipulasi, sistem ini tetap hanya seandal data eksternal yang mereka gunakan.
BeInCrypto telah menghubungi Polymarket untuk meminta komentar.
Berlangganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan insight ahli


