RaveDAO (RAVE) kehilangan lebih dari 95% nilainya hanya dalam satu hari, menghapus US$6,3 miliar dari kapitalisasi pasarnya setelah tuduhan manipulasi oleh pihak dalam membuat token ini jatuh bebas.
Keambrukan ini terjadi setelah reli parabola yang membuat RAVE melonjak lebih dari 10.000% dalam dua minggu, dan sempat masuk ke 20 besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.
Pada waktu publikasi, token utama RaveDAO, RAVE, turun 95% dalam 24 jam terakhir, hampir menyentuh harga terendahnya setelah sebelumnya mencapai puncak US$28,89 pada hari Sabtu.
CEO Bitget, Gracy Chen, membandingkan kejatuhan RAVE dengan fenomena short squeeze GameStop (GME) tahun 2021. Ia menerangkan bahwa GME, sebuah retailer yang sedang bermasalah dan memiliki nilai wajar antara US$10 hingga US$20, sempat melesat ke US$483 hanya karena aksi kolektif.
Chen melihat Fear of Missing Out (FOMO), identitas kelompok, dan ramalan yang terpenuhi sendiri sebagai kekuatan psikologis utama di balik kedua peristiwa tersebut. Ia menilai bahwa RAVE mengikuti pola yang sama, di mana X (Twitter) menggantikan Reddit dan meme coin menggantikan saham fisik.
Analis on-chain ZachXBT sebelumnya telah menandai adanya pergerakan wallet yang mencurigakan, menuding bahwa pihak dalam memegang sekitar 90% dari total suplai RAVE yang beredar melalui tiga wallet.
Dua wallet tersebut dilaporkan telah memindahkan jutaan token ke Bitget saat harga token mencapai puncaknya.
RaveDAO membantah bertanggung jawab atas pergerakan harga tersebut. Timnya menyebut mereka sedang mempertimbangkan penguncian token berbasis kinerja, dan berkomitmen untuk mendonasikan 20% keuntungan dari peristiwa ini untuk kegiatan filantropi.
Sementara itu, analis Kyle Doops menerangkan bahwa RAVE hanya butuh beberapa hari untuk bergerak dari euforia ke kehancuran. Beberapa trader juga melaporkan tidak bisa menutup posisi mereka di exchange, sehingga semakin memperbesar kekhawatiran soal penanganan volatilitas oleh platform-platform tersebut.
Di sisi lain, beberapa pengguna juga menyoroti Bitget atas cara exchange itu menangani insiden RAVE, dan menyebut respon mereka kurang matang dan tidak profesional.
Para pengkritik juga menilai bahwa melikuidasi posisi pengguna di kedua sisi perdagangan memberikan preseden berbahaya. Beberapa pihak membandingkan Bitget dengan FTX, dan mengingatkan bahwa kepercayaan—bukan modal—merupakan fondasi setiap exchange, dan bila kepercayaan ini hilang, sangat sulit untuk dipulihkan.
Baik Bitget maupun Binance telah mengonfirmasi sedang melakukan review internal atas aktivitas perdagangan terkait RAVE.

