Fitur Cashtags dari X telah mendorong volume perdagangan global sekitar US$1 miliar sejak peluncuran pilot pada hari Selasa, menurut Kepala Produk platform tersebut, Nikita Bier.
Pencapaian volume perdagangan ini terjadi hanya 48 jam setelah platform media sosial tersebut memperkenalkan Smart Cashtags untuk aset kripto dan saham.
Bier membeberkan angka volume tersebut pada 17 April, seraya mengatakan bahwa data ini berasal dari aktivitas perdagangan teragregasi yang terkait dengan pilot.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengetuk cashtags seperti $BTC, $ETH, $XRP, dan $DOGE untuk melihat grafik harga secara real-time, data sentimen, dan postingan terkait tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi pilot dengan broker asal Kanada, Wealthsimple, juga memungkinkan perdagangan langsung dari timeline.
Namun, pilot ini masih terbatas. Saat ini hanya pengguna iPhone di AS dan Kanada yang bisa mengakses, sedangkan tombol beli untuk pengguna AS juga belum aktif. Dukungan untuk Android dan web juga belum tersedia.
Analis DeFi, Tat Thang, menyoroti besarnya daya tarik awal X, seraya menyatakan bahwa Robinhood butuh beberapa tahun untuk mencapai volume harian setara.
Memang, Robinhood merilis aplikasinya secara publik pada April 2015 setelah melewati beta privat yang panjang (fase daftar tunggu) sejak 2013–2014. Menjelang akhir 2015 (sekitar tahun pertamanya), Robinhood memiliki sekitar 500.000 akun atau pengguna yang sudah danai.
Peluncuran Cashtags ini hadir saat X tengah bersiap meluncurkan platform pembayaran yang lebih luas, X Money. Elon Musk mengatakan pada Maret bahwa akses publik tahap awal akan dimulai pada April.
Data di Polymarket saat ini menunjukkan peluang sebesar 36% bahwa X Money akan meluncur sebelum 30 April, yang menandakan sebagian besar trader masih skeptis.
Senator Elizabeth Warren juga menyuarakan kekhawatiran terkait proposal APY 6% di platform ini dan potensi penerbitan stablecoin, meminta Musk memberikan tanggapan tertulis sebelum 21 April.


