Harga emas turun hampir 10% sejak perang AS-Iran pecah, karena kenaikan harga minyak membuat investor menunggu di samping. Meski begitu, permintaan dari pasar nHarga emas turun hampir 10% sejak perang AS-Iran pecah, karena kenaikan harga minyak membuat investor menunggu di samping. Meski begitu, permintaan dari pasar n

Cina dan India Mencatat Hampir Setengah Permintaan Emas Global, Data Menunjukkan

2026/04/17 19:33
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di crypto.news@mexc.com

Harga emas turun hampir 10% sejak perang AS-Iran pecah, karena kenaikan harga minyak membuat investor menunggu di samping. Meski begitu, permintaan dari pasar negara berkembang yang kuat tetap menjaga kestabilan pasar.

Data dari The Kobeissi Letter menunjukkan bahwa negara-negara berkembang telah menyumbang sekitar 70% permintaan emas global dalam satu dekade terakhir. Di dalamnya, Cina dan India saja sudah mewakili hampir setengah dari seluruh pembelian dunia, menyoroti betapa besar pengaruh mereka terhadap pasar.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Performa Harga EmasPerforma Harga Emas | Sumber: TradingView

China dan India Dorong Permintaan Emas Secara Struktural

Cina tetap menjadi penyumbang terbesar, yaitu 27% dari permintaan emas global. Menurut World Gold Council, People’s Bank of China memperpanjang aksi beli emasnya hingga bulan ke-17 berturut-turut pada Maret lalu.

Cina menambah cadangan emas sebanyak 5 ton menjadi 2.313 ton, sekitar 9% dari total cadangan devisanya. Secara keseluruhan, Cina menambah 7 ton emas pada kuartal pertama tahun ini.

India tercatat sebagai penyumbang terbesar kedua, yang mewakili 21% permintaan global. Menurut ASSOCHAM, rumah tangga di India memegang emas senilai sekitar US$5 triliun, jumlah ini bahkan melampaui cadangan gabungan 10 bank sentral terbesar di dunia.

Selain itu, World Gold Council memperkirakan jumlah emas yang dimiliki rumah tangga dan kuil India mencapai sekitar 25.000 ton, dengan nilai sekitar US$2,4 triliun.

Angka ini mencerminkan hampir 56% dari proyeksi PDB nominal India tahun 2026, yang menunjukkan betapa emas memiliki makna budaya dan finansial yang sangat dalam di negara ini.

Di luar Asia, Amerika Utara dan Eropa masing-masing menyumbang 11% dan 12% dari permintaan emas global, yang artinya peran mereka dalam membentuk tren konsumsi jangka panjang relatif lebih kecil.

Dari sisi suplai, produksi tambang tetap menjadi sumber utama, yakni 74% dari total produksi global. Afrika memimpin suplai emas dunia dengan pangsa 26%, diikuti Asia sebesar 19%. Commonwealth of Independent States (CIS), Amerika Tengah dan Amerika Selatan masing-masing berkontribusi sekitar 15%, sedangkan Amerika Utara menyumbang 14%.

Jadi, meski ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak menekan harga emas secara jangka pendek, permintaan mendasar dari pasar negara berkembang, terutama Cina dan India, tetap menjadi pondasi struktural yang kuat.

Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi crypto.news@mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APRUSD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

Pengguna baru: stake hingga 600% APR Waktu terbatas!