Goldman Sachs mengajukan dokumen ke SEC pada 14 April untuk meluncurkan Bitcoin Premium Income ETF, produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin (BTC) pertama dari bank tersebut.
Pengajuan ini menambah daftar bank Wall Street yang terus bertambah dalam membangun produk investasi khusus BTC. Morgan Stanley baru saja merilis exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot milik mereka sendiri beberapa hari lalu.
Produk ini akan menginvestasikan minimal 80% dari aset bersih pada instrumen yang memberi eksposur ke Bitcoin. Instrumen ini meliputi exchange-traded product (ETP) Bitcoin spot dan opsi pada indeks ETP Bitcoin.
Strategi utama Goldman bersandar pada strategi dinamis opsi overwrite. Produk ini memegang posisi jangka panjang pada ETP Bitcoin spot, serta menjual opsi call terhadap ETP tersebut untuk mengumpulkan premi yang dijadikan pendapatan bulanan.
Tingkat overwrite berkisar antara 40% sampai 100% dari eksposur BTC, dan penyesuaiannya mengikuti kondisi pasar.
ETF ini tidak secara langsung memegang BTC. Sebuah anak perusahaan milik penuh di Kepulauan Cayman dapat memegang hingga 25% dari aset, sehingga ETF ini bisa memenuhi persyaratan regulasi untuk kepemilikan komoditas menurut Investment Company Act tahun 1940.
Di pasar yang cenderung datar atau bervolatilitas rendah, premi opsi kemungkinan membantu ETF ini mengungguli ETF Bitcoin spot biasa. Tapi, ketika terjadi reli yang kuat, posisi call yang dijual akan membatasi potensi kenaikan harga.
Analis ETF Eric Balchunas menyoroti bahwa Goldman mungkin sedang merespons permintaan klien yang menginginkan eksposur BTC dengan volatilitas lebih rendah.
Goldman terus memperluas jejaknya di dunia aset kripto. Dokumen 13F terbaru mereka memperlihatkan sekitar US$1,1 miliar dalam kepemilikan ETF Bitcoin dan lebih dari US$2,36 miliar total eksposur ETF kripto.
Baru-baru ini, bank tersebut juga mengakuisisi Innovator Capital Management, penerbit produk terstruktur terkait Bitcoin.
Pengajuan ini hadir kurang dari seminggu setelah Morgan Stanley meluncurkan Morgan Stanley Bitcoin Trust (MSBT) di NYSE Arca.
ETF ini mengikuti harga spot BTC dengan rasio biaya sebesar 0,14%, sehingga menjadi ETF Bitcoin spot termurah di pasar. Pada hari pertama, dana yang masuk mencapai US$30,6 juta.
Produk dari Goldman menargetkan segmen investor yang berbeda. Jika MSBT menarik investor yang mencari paparan murni harga dengan biaya rendah, maka Premium Income ETF ini ditujukan bagi investor yang rela tukar peluang kenaikan harga demi pendapatan rutin.
Grayscale merilis Bitcoin Premium Income ETF (BPI) sendiri pada April 2025 dengan rasio biaya 0,66%. BlackRock juga sudah memiliki produk serupa yang sedang dalam tahap pengembangan lanjutan. Besaran biaya yang akan dikenakan oleh Goldman belum diungkapkan.
Pengajuan ini merupakan amandemen pasca efektif. Produk ini kemungkinan bisa meluncur sekitar 75 hari setelah tanggal pengajuan, yaitu 14 April, tergantung tinjauan dari SEC. Hingga saat ini, kode ticker resminya belum diumumkan.
Bagi manajer portofolio tradisional, kehadiran manajer aset bernilai US$3,5 triliun yang mengemas volatilitas BTC menjadi yield, makin mempersempit jarak antara aset kripto dengan instrumen income konvensional.
