Sekutu utama AS mengkritik kebohongan Presiden Donald Trump tentang negara lain yang setuju membantu AS "membersihkan" ranjau darat dari Selat Hormuz pada hari Minggu.
Trump menyatakan selama wawancara di Fox News bahwa "tidak akan lama untuk membersihkan Selat tersebut," merujuk pada laporan bahwa rezim Iran telah memasang beberapa ranjau darat di area tersebut untuk menghambat pelayaran melalui jalur air itu. Trump juga mengklaim bahwa "banyak negara akan membantu kami," sebuah klaim yang dengan cepat dibantah oleh juru bicara pemerintah Inggris, lapor The Guardian.

"Inggris tidak akan terlibat dalam blokade apapun terhadap Selat Hormuz, menurut pemahaman Guardian, setelah klaim Donald Trump pada hari Minggu bahwa AS akan memblokade jalur air tersebut dengan bantuan sekutu NATO," lapor media tersebut.
Juru bicara Inggris menambahkan bahwa Selat Hormuz "tidak boleh dikenakan tol."
"Kami sedang bekerja dengan mendesak bersama Prancis dan mitra lainnya untuk membentuk koalisi luas guna melindungi kebebasan navigasi," kata juru bicara tersebut.
Pengumuman ini datang pada saat gencatan senjata AS-Iran tampak rapuh, dan Wakil Presiden JD Vance mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pembicaraan damai antara kedua negara telah gagal.


