Cryptoharian – Laporan terbaru dari analis on-chain Santiment di platform X mengungkap sejumlah isu yang tengah menjadi perbincangan utama di media sosial kripto. Mulai dari lonjakan inflasi Amerika Serikat, gejolak di ekosistem Bittensor, hingga meningkatnya resiko manipulasi harga token.
Berikut rangkuman lengkap perkembangan terbaru pasar kripto.
1. Inflasi Amerika Naik Tajam, Pasar Soroti Dampak Geopolitik
Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Amerika Serikat (CPI) naik ke 3,3 persen pada Maret 2026, menjadi kenaikan terbesar sejak Mei 2024.
Lonjakan ini terutama dipicu oleh kenaikan harga energi, dengan harga bensin melonjak lebih dari 21 persen. Sementara itu, inflasi inti justru turun ke 2,6 persen dan beradaa di bawah ekspektasi.
Pasar menilai kenaikan ini dipengaruhi oleh ketegangn geopolitik, khususnya konflik Iran yang berdampak pada harga energi global.
Kondisi ini juga membuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada 2026 mulai memudar.
2. Covenant AI Keluar dari Bittensor, Harga TAO Anjlok
Gejolak besar terjadi di ekosistem Bittensor setelah operator subnet terbesar, Covenant AI, dilaporkan keluar secara mendadak.
Covenant disebut menjual sekitar 37.000 token TAO senilai US$ 10 – US$ 11 juta, yang langsung memicu penurunan harga di seluruh ekosistem.
Langkah ini memicu kritik dari komunitas terkait dugaan sentralisasi tata kelola dan penyalahgunaan sistem insentif.
Sebagai respon, pihak Bittensor menyatakan akan memperkenalkan sistem kepemilikan subnet berbasis lock untuk memperbaiki struktur insentif.
Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 72.000, Tapi Ini Bukan Kabar Baik
3. Lonjakan Token dan Risiko Manipulasi Meningkat
Perbincangan kripto juga diramaikan oleh fenomena pump ekstrem pada beberapa token.
Token RAVE dilaporkan melonjak hingga 200 – 300 persen dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran adanya manipulasi harga.
Sementara itu, proyek WLFI yang dikaitkan dengan Donald Trump mengalami tekanan setelah timnya menggunakan miliaran token sebagai jaminan untuk meminjam dana dalam jumlah besar.
Langkah ini memicu resiko likuidasi serta pertanyaan terkait tata kelola proyek.
Di tengah volatilitas tinggi, trader dilaporkan beralih ke aset seperti ZEC, DASH dan Monero, serte berbagai koin meme.
4. Fitur Twitter Dihapus, Komunitas Kripto Protes
Perubahan pada platform X juga memicu reaksi keras dari komunitas kripto.
Fitur “mutual followers” yang sebelumnya digunakan untuk memverifikasi akun kini dihapus, membuat pengguna kesulitan membedakan akun asli dan potensi scam.
Sebagian pengguna menilai langkah ini justru membuka peluang lebih besar bagi bot dan penyebaran informasi palsu.
5. Bitcoin Bullish, Tapi Waspadai Berita
Di sisi lain, sentimen pasar menunjukkan optimisme pada Bitcoin.
Banyak trader melihat potensi kenaikan harga Bitcoin menuju level tertinggi mingguan dalam waktu dekat.
Namun, kekhawatiran tetap ada, terutama terkait kemungkinan munculnya berita geopolitik di akhir pekan yang dapat memicu volatilitas tinggi, termasuk lonjakan harga minyak dan tekanan di pasar saham.

